Episode 5

1049 Words
Setelah acara akad selesai keluarga Hendra memutuskan untuk pulang. Tapi Hendra pulang ke mansion miliknya sendiri tidak di mansion milik orang tuanya. "Mah, Pah aku langsung pulang ke mansion milik ku sendiri ya" ucap Hendra "Loh kok langsung ke mansion kamu sih, nggak mampir dulu ke mansion mama" ucap bu Risma kecewa "Kapan-kapan kita main kesana kok ma" ucap Hendra menenangkan kegelisahan kedua orang tuanya "Ya udah deh, setiap sebulan sekali kalian harus main kerumah ya" ucap bu Risma "Iya ma,iya bu" jawab Hendra dan Rara bersamaan "Cieee kompak banget sih. Rara kok masih manggil ibu sih, harus mama dong biar sama kayak Hendra" "Iy-iya ma" jawab Rara kikuk "Yasudah kami pamit ya ma, pa" ucap Hendra sambil menyalami kedua orang tua nya dan di ikuti Rara dibelakangnya. Suasana didalam mobil terasa hening tidak ada yang mengawali pembicaraan, butuh waktu 1 jam untuk sampai ke mansion milik Hendra. Saat sampai mansion milik Hendra. Hendra menyuruh para pelayan untuk berkumpul, setelah 5 menit berkumpul, Hendra mulai membuka suara "Perkenalkan ini Rara, kalian para pekerja dirumah ini boleh menyuruh dia untuk bekerja atau yang lainnya, kecuali memuaskan hastrat kalian" ucap Hendra tegas "Yaampun aku itu seorang istri tapi kedudukan ku dibawah pelayan" batin Rara dengan menahan sesak didada Sesampainya Hendra dan Rara dikamar milik Hendra. Hendra langsung mendorong tubuh Rara sampai jatuh keranjang. Setelah Rara jatuh diranjang Hendra mulai membuka kemeja dan celana dan sekarang tinggal celana dalam saja dan saat itu juga Hendra merobek baju milik Rara dan sekarang keadaan Rara sudah telanjang tak butuh waktu lama Hendra menghujam v****a Rara tanpa pemanasan dan caranya cukup kasar Coba kalian bayangkan Rara yang masih perawan, k*********a langsung dimasukin p***s milik Hendra yang besar dan keras itu dengan sekali hentakan gak terasa kan betapa sakitnya. "Auuu jangan teruskan ini sakit sekali aku mohon Hendra" ucap Rara sambil mengis "Jangan panggil aku Hendra panggil aku Tuan. Aku nggak sudi memiliki istri seperti mu yang jelek dan berpendidikan rendah" ucap Hendra sambil memaju mundurkan miliknya ke dalam v****a Rara "Iya tuan" ucap Rara menangis karena ucapan dari suaminya yang cukup melukai hati Rara Sekarang kocokannya semakin cepat tak terasa Rara mendesah. "Akh.... Akh tuan" desah Rara "Jangan keluarkan desahan mu karena suaramu jelek" ucap Hendra marah Saat Rara mencapai puncaknya, karena tidak tahan desahannya keluar "Ahh.....tuan ahh.... aku mau pipis" ucap Rara terbata - bata "Keluarkan lah jalang" ucap Hendra sambil memaju mundurkan kealuanya degan cepat. "Ahhhh" Rara sampai puncak nya "Aku bilang jangan mendesah, kenapa kamu langgar hah" ucap Hendra marah sambil menampar p******a milik Rara sampai merah" PLAK, PLAK" "Ampun tuan aku udah nggak tahan" setelah mengucap kan itu Rara pingsan Tapi saat Rara pingsan Hendra tetap memperkosa Rara hingga fajar "Kenapa kamu nikmat sekali" setelah mengucapkan itu Hendra tidur karena dia kelelahan __---___---___---___--- Panasnya sinar matahari yang menerobos disela-sela jendela telah menarik Rara dari mimpi indahnya Rara menuap pelan, dilihatnya jam yang ada diatas nakas sudah menunjukkan jam 10, ternyata sudah siang. Saat melihat ke arah belakang ternyata Hendra sudah tidak ada dan ranjangnnya sudah agak dingin artinya Hendra sudah pergi cukup lama, mungkin sudah berangkat kekantor. Saat Rara hendak berdiri untuk memebersihkan diri, area disekitar selakangannya terasa sakit "Auw" sakit ucap Rara sambil memeganggi vaginanya Karena sudah dianggap mendingan Rara memaksa untuk berjalan kearah kamar mandi karena Rara kurang nyaman dengan bau badannya sehabis melakukan olahraga yang cukup melelahkan dan cukup enak, tapi diantara enak sama sakitnya menurut Rara banyak sakitnya daripada enaknya. Tapi saat menuju kekamar mandi Rara tidak menyadari jika di area vaginannya mengeluarkan banyak dara dan membuat diri Rara pingsan, karena Rara mengidap Anemia jadi jika darah keluar begitu banyak maka dia akan pingsan karena hampir kehabisaan darah. ☆☆☆ Sedangkan digedung berlantai 10 seorang laki- laki baru saja keluar dari tempat meeting. Saat meeting memakan waktu yang lama sehingga sekarang menunjukkan waktu makan siang, dia memutuskan untuk pulang karena untuk memastikan perempuan yang tadi pagi masih tidur dikamar miliknya, dan tak ayal yaitu Rara istri yang baru dinikahinya atas paksaan mama nya. Ya laki -laki itu adalah Hendra. "Devan, apa jadwal saya hari ini ? " tanya Hendra "Bapak hari ini cuma menghadiri rapat sama tanda tangan berkas - berkas yang sudah saya letakkan diatas meja tempat bapak Karena lelah Hendra memutuskan untuk pulang cepat dari jam kantor, setelah sampai dirumah Hendra langsung memanggil nama Rara "Rara" panggil Hendra tidak ada jawaban “ pasti perempuan itu masih enak- enakan tidur, kurang ajar aku Lelah – Lelah kerja tapi dia malah masih tidur, dikira dia nyonya pemilik mansion ini “ gerutu Hendra sambal melangkah menuju kamarnya yang berada dilantai dua. "RARAA" panggil Hendra sekalilagi sambil membuka pintu kamarnya dengan kasar Tapi saat masuk dia tidak menemukan Rara, dia hanya menemukan bercak darah yang begitu banyak, karena ingin tahu Hendra mengikuti bercak darah tersebut mengarah kearah kamar mandi, saat membuka pintu kamar mandi Hendra dikejutkan keadaan Rara yang bersimbah darah diarea selakangannya "Rara bangun" ucap Hendra sambil menepuk-nepuk pipi Rara. Karena tidak ada balasan ahirnya Hendra membawa Rara kerumah sakit. Sesampainnya dirumah sakit Rara langsung ditangani diruang UGD. Sudah 30 menit Rara diperiksa ahirnya dokter keluar dari UGD tersebut "Gimana dok keadaan istri saya" tanya Hendra kawatir, saking hawatirnya dengan keadaan Rara tanpa sengaja Hendra mengakui bahwa Rara adalah istrinya. "Keadaan istri anda sudah baik, tapi saya sarankan jangan melakukan hubungan suami istri tersebut selama 3 hari, karena v****a istri anda mengalami robekan dan membengkak. Saran saya saat hubungan suami istri anda harus pelan-pelan ya pak dan jangan terlalu kasar, serta satu lagi pak sebelum berhubungan keadaan v****a harus basah ya pak agar tidak ada lecet " jelas Dokter tersebut sambal tersenyum menggoda Hendra “Baik dok’’ ucapHendra datar karena untuk menutupi sikap malu - malunya Setelah dokter pergi Rara sudah dipindahkan diruang rawat, setelah menunggu 15 menit ahirnya Rara sadar juga "Engh" lengguh Rara "Gimana keadaan kamu, sudah baikkan kan ? " tanya Hendra "Haus tuan " ucap Rara serak "Merepotkan saja" gerutu Hendra "Maaf tuan, sudah merepotkan anda" ucap Rara merasa bersalah, karena dia berfikir Hendra pulang cepat dari kantor karena harus membawa Rara kerumah sakit. "Gimana keadaan mu ? " tanya Hedra "Sudah mendingan tuan" "Segera sembuh, karena bayar rumah sakit itu mahal" ucap Hendra dingin "Iy-iya tuan " ucap Rara takut karena mendengar suara Hendra yang begitu dingin dan itu membuat nyali Rara menjadi ciut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD