Episode 4

1129 Words
Sudah 2 bulan Rara bekerja dibutik milik bu Risma. Dan hari ini adalah hari pernikahan anak bu Risma yaitu Hendra, dia akan menikah dengan sekretaris nya karena dia mengaku sudah dinodai Hendra di club malam. Saat itu Hendra ada pertemuan di sebuah club yang cukup terkenal di Jakarta, karena Hendra mabuk berat dia sampai tak sadarkan diri, dan itu dimanfaatkan sekretaris nya untuk mengarang cerita kalo sudah dinodai oleh Hendra padahal saat itu dia sudah hamil 1 bulan dengan pacarnya yang tidak mau bertanggung jawab. Jadi Hendra dijadikan kambing hitam oleh sekretarisnya. Pernikahan diadakan dirumah mempelai perempuan saat ini Hendar beserta rombongan sudah sampai . sedangkan simempelai perempuan sudah selesai dirias dan sudah mau turun untuk melaksnakan ijab kobul, tapi saat mau keluar kamar dia merasa ingin mual "Kamu nggak papakan ? " tanya ibu nya "Iya bu aku nggak papa kok, mungkin ini cuma masuk angin" "Yasudah ayo kita kebawah" "Iya bu" Saat tangan Hendra mau menjabat tangan pak penghulu Selfi mual dan saat itu juga dia pingsan. " Karena mempelai perempuan pingsan acara akadnya diundur terlebih dahulu sampai mempelai perempuan sadar" ucap pak penghulu "Bu Selfi kenapa bu?" tanya Hendra sok peduli padahal dia sudah tau juka dia dijadikan kambing hitam oleh Selfi Apa !!! jadi Hendra sudah tau, jadi gini ceritanya Flahsbak Dinginnya malam sudah digantikan oleh hangatnya sinar matahari membangunkan kedua sejoli yang masih tidur dengan keadaan telanjang. Saat ini Hendra bangun terlebih dahulu dia cukup terkejut karena dia tidur dengan sekretarisnya dengan keadaan telanjang " Selfi apa yang kamu lakukan?" "Bapak tidak ingat tadi malam kita lagi ngapain?" tanya Selfi dengan raut muka yang sedik dan terisak mengeluarkan air mata buaya "Saya nggak melakukan itu sama kamu Sel, jangan ngada-ngada kamu" ucap Hendra dengan nada mengintimidasi "Saya nggak ngada- ngada pak" bantah Selfi " Bapak sudah mengambil keperawanan saya " lanjut Selfi dengan berurai air mata buayanya " Sudah lah saya mau pergi dulu" ucap Hendra sambil memakai bajunya, dan mulai meninggalkan kamar tersebut karena ia malas meladeni orang pembohong dan tidak mau jujur walau dalam keadaan apapun itu. Saat mau keluar dari kamar tersebut Hendra melirik sebentar ranjangnya ada bercak darah apa nggak, dan ternyata tidak ada bercak merah diseprei tersebut. Hendra tersenyum miring " Akan aku ladeni sekenario yang telah kamu buat b***h " Setelah keluar dari tempat tersebut Henra memutuskan untuk menelfon Devan untuk menyelidiki apakah tadi malam dia melakukan itu apa nggak, karena Hendra harus memastikan itu agar Selfi mendapat hukuman dari dia sesuai dengan kesalahannya. . Setelah 1 minggu sebelum acara pernikahan Devan menelfon Hendra untuk mengajak ketemuan direstoran "Jadi gimana hasil nya?" tanya Hendra to the point "Anda tidak melakukan itu pak, dia melakukan itu karena pacarnya yang menghamili dia tidak mau bertanggung jawab, dan umur kandungannya sekarang mau 2 bulan, jadi bapak dijadikan kambing hitam untuk menutupi kehamilannya" jelas Devan dengan detail " Jadi apa rencana bapak" lanjutnya "Saya akan mempermalukan dia karena sudah bermain-main dengan saya" ucap Hendra dengan senyum yang mengerikan "Saya akan membantu bapak untuk melancarkan aksi bapak" " Tunggu tanggal mainnya Selfi" ucap Hendra dengan senyum devil nya Flahsbak Off Setelah Selfi dibaringkan dikamar nya Hendara keluar dari kamar tersebut untuk mencari dokter, siapa tau ada salah satu tamu yang berprofesi sebagai dokter "Apakah disini ada dokter" triak Hendra dan itu membuat para tamu menengok kearah Hendra salah satu tamu mengangkat tangan"saya dokter pak" "Ayo sekarang kamu ikut saya untuk memeriksa calon istri saya" "Ayo pak" Setelah dokter memeriksa denyut nadi Selfi dokter menatap semua orang yang ada di ruangan itu "Ibu Selfi hamil, jadi tidak perlu hawatir" dokter tersebut berdiri dari kasur "Untuk lebih jelasnya ibu Selfi dibawa kerumah sakit untuk cek kehamilan" Setelah dokter tersebut keluar dari kamar. Semua orang menatap kearah Hendra "Pokok nya pernikahan ini jangan batal karena Selfi hamil, Selfi hamil kan anak Hendra " ucap ibu Selfi "Tapi saya tidak menghamili Selfi bu" jelas Hendra "Gimana tidak, kamu kan sudah menodai anak saya" ucap ibu Selfi tidak mau kalah "Memang saya tidak menodai anak ibu " "Saya nggak percaya, mana buktinya, jika anda tidak menodai anak saya" "Baik saya akan tunjukkan bukti-buktinya" ucap Hendra santai "Devan tolong bawa kemari bukti-bukti nya" "Ini pak bukti nya" ucap Devan sambil menyerahkan berkas "Ini silahkan dibaca bu, dan ini ada flesdisk yang berisi Video kelakuan anak ibu" Setelah 10 menit membaca dan melihat video semua orang yang didalam ruangan tersebut terkejut, secara bersamaan Selfi sadar "Jadi kamu hamil anak pacar kamu yang pengangguran itu" ucap ibu Selfi marah "Enggak bu, Selfi hamil anak pak Hendra" "Terus ini apa buktinya sudah ada Selfi kamu nggak usah mengelak" ucap Burisma sambil menyerahkan bukti "Nggak bu saya hamil anak Hendra" ucap Selfi ketakutan karena rencananya telah gagal "Sekarang pernikahan ini gagal. Dan sekarang Hendra harus nikah dengan Rara sekarang" ucap bu Risma "Nggak bisa gitu dong bu" ucap Hendra tak terima "Pokonya kamu harus mau, kalo nggak mau kamu saya coret dari KK dan tidak akan menerima harta sedikitpun dari saya" "Tapi kan Hendra sudah punya kekasih ma" "Pokonya kamu harus mau " ucap Bu Risma sambil memegangi dadanya "Kamu harus mau nikah sama Rara " lanjutnya "Iya mah Hendra mau nikah sama Rara" ucap Hendra sambil menangis karena takut penyakit jantung ibunya kambuh lagi "Rara kamu mau kan ?" tanya bu Risma " Rara tidak bisa bu, Rara ingin menikah dengan laki - laki yang benar - benar cinta sama Rara" ucap Rara menolak permintaan bu Risma " Rara ibu mohon kamu mau kan nikah sama Hendra, karena saya cuma percaya sama kamu bahwa kamu bisa mencintai Hendra dengan tulus dan tidak akan memanfaatkan Hendra" ucap ibu Risma dengan sedih "Tapi Rara tidak bisa bu, pak Hendra sudah memiliki kekasih saya tidak mau jadi orang ketiga bu " ucap Rara sedih "Ibu mohon nak, kamu tidak jadi orang ketiga kok karena pacar Hendra telah meninggalkan Hendra tanpa kejelasan" setelah mengucapkan itu tiba - tiba bu Risma memegangi d**a - dadanya kembali Semua orang yang melihat kejadian tersebut langsung panik "Bu Risma jangan seperti ini, bu Risma harus kuat " ucap Rara dengan menangis "Ibu mohon nak, kamu mau ya nikah sama Hendra " ucap bu Risma disela - sela rasa sakit yang dia rasakan . "Iya bu Rara mau" ucap Rara sambil menagis karena takut bu Risma akan meninggalkan dia seperti kedua orang tuanya Setelah menunggu 1 jam ahirnya Rara sudah selesai dirias dan dia menunggu di kamar rias karena tidak diperbolehkan keluar oleh Bu Risma katanya sih untuk mencegah omongan para tamu. Tak berapa lama terdengar kata "SAH" Rara menangis haru karena ahirnya dia menikah tapi dia juga sedih karena dia menikah dengan orang yang tidak dia cintai dan tidak dihadiri kedua orang tua nya "Bapak, Ibu sekarang Rara sudah menikah. Semoga bapak dan ibu merestui pernikahan Rara ya" batin Rara
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD