Yaampun bu Risma " ucap Rara syok karena melihat keadaa bu Risma yang jatuh dilantai sambil memegangi d**a nya bagian kiri dengan mata yang melotot
Tak pikir panjang Rara memanggil ambulance untuk datang di butik milik bu Risma karena Rara sudah tau bahwa bu Risma terkena serangan jantung, karena jantung terletak didada sebelah kiri, sesuai dengan yang dipegang bu Risma. Setelah 10 menit menunggu ambulance datang, ahirnya ambulace nya datang, 15 menit kemudian
Setelah sampai di rumahsakit Rara memutuskan menelfon keluarga bu Risma dengan hp milik bu Risma karena Rara tidak punya nomor hp milih keluarga bu Risma.
saat panggilan diangkat dari sebrang sana Rara langsung memberitahukan bahwa bu Risma dirumah sakit
[halo, sayang] ucap laki - laki tua
[Maaf pak,saya Rara pegawai butik bu Risma, mau memberitahukan bahawa bu Risma terkena serangan jantung ] ucap Rara lagsung kepada intinya
[Apa istri saya kena serangan jantung ] ucap laki - laki tersebut
[Iya pak, dan sekarang dilarikan kerumah sakit Sejahtera]
[Baik saya akan kesana secepatnya] ucap laki - laki tersebut dengan cemas.
Setelah menunggu kurang lebih 1 jam ahirnya dokter keluar dari ruangan tersebut
"Dokter gimana keadaan bu Risma ?" Tanya Rara cemas
"Apakah anda keluarganya?" Tanya dokter tersebut
"Tidak dok saya asisten nya "
"Jadi gini bu Risma mengalami serangan jantung ringan jadi dia masih bisa beraktifitas dengan biasa, tapi jangan buat dia stres dan jangan melakukan aktifitas terlalu melelahkan karena itu dapat mengganggu jantung nya " terang dokter tersebut
Mendengar penjelasan dokter bahwa bu Risma sudah baik - baik saja Rara menghela nafasnya dengan lega. "Alhamdulillah " ucap Rara dalam hati
"Apakah bu Risma harus rawat inap dok?" tanya Rara kepada dokter tersebut
"Iya bu Risma harus rawat inap agar dokter bisa melihat perkembangan pada bu Risma" terang dokter tersebut
"Makasih ya dok" ucap Rara dengan tulus
"Iya sama- sama. Kalo gitu saya duluan ya, masih ada banyak pasien yang butuh saya tangani" pamit dokter tersebut
Tak berselang lama setelah dokter pergi dari hadapannya keluarga bu Risma dalatang yaitu pak samuel suami ibu Risma
"Jadi gimana keadaan istri saya ? " tanya pak sam dengan cemas
"Bu Risma masih belum sadar karena itu pengaruh obat dari dokter, bu Risma mengalami serangan jantung ringan" jelas Rara
"Ya ampun kenapa itu bisa" tanya pak sam
"Saya kurang tau pak, mungkin nanti bapak bisa tanyakan kepada bu Risma, tapi sebaiknya jangan sekarang pak karena dokter melarang menanyakan kejadian tersebut karena takut jika bu Risma stres memikirkan kejadiaan tersebut " terang Rara
"Baiklah makasih ya nak sudah menolong istri saya" ucap pak Sam dengan sendu
"Iya pak itu sudah tugas saya " ucap Rara lembut
Stelah 2 jam menunggu bu Risma siuman ahirnya bu Risma sudah siuman
"Risma apa yang kamu rasakan ?" Pak sam sambil mengecek keadaan istrinya dari atas hingga bawah
"Haus " ucap bu Risma dengan lemah
"Ini minum dulu " ucap Pak Sam sambil membantu Meminumkan air melalui sedotan
"d**a ku agak sakit mas" jawab bu Risma lemah
"Kamu istirahat ya, mas akan menunggu kamu disini"
"Hendra kemana mas ? " tanya bu Risma pak Sam tidak menjawab karena dia juga tidak tau mau menjawab apa kepada istri nya
"Lebih baik kamu istirahat saja kamu harus pulih" ucap pak Sam
"Bu saya pulang dulu ya" ucap Rara
"Iya kamu hati-hati ya dijalan, besok kamu yang buka butik nya bisakan ? " tanya bu Risma
"Saya usahakan yang terbaik bu" ucap Rara dengan sopan
"Yasudah segera pulang ini sudah malam besok kamu harus kerja"
"Iya bu Rara pamit ya" ucap Rara sambil menyalami bu Risma "Pak saya pamit ya" lanjut nya
"Iya hati- hati dijalan, saya sudah pesankan taksi online untuk kamu"
"Makasih ya pak" jawab Rara tidak enak karena sudah merepotkan pak Sam
Takterasa Rara meng handel pekerjaan bu Risma selama tiga hari dengan baik tidak ada komplain dari pelanggan. Karena sekarang sudah pukul 5 sore Rara memutuskan untuk menjenguk bu Risma karena dia belum menjenguk hingga kini. Dia kesana saat mengantar bu Risma kerumah sakit.
Setelah menembus kemacetan yang membosenkan ahirnya Rara sampai dengan selamat. Tak butuh waktu lama Rara sudah sampai diruang rawat bu Risma
tok....tok.....tok....
"silahkan masuk" ucap seseorang didalam ruang rawat bu Risma
karena sudah dipersilahkan masuk Rara segera masuk dan menghampiri bu Risma yang lagi duduk di brankar sambil makan buah jeruk yang sudah dikupas dari kulitnya
"Gimana keadaan ibu ? " tanya Rara sambil menyalami bu Risma
"Alhamdulillah keadaan ibu sudah mulai membaik, mungkin nanti udah dibolehkan pulang" jawab bu Risma
" Ehh ada pak Sam, apa kabar pak, bapak sehat kan?" tanya Rara sambil menyalami pak Sam
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana?" tanya pak Sam
"Alhamdulillah sehat pak" ucap Rara dengan sopan
"Ohya gimana keadaan butik Ra?" tanya bu Risma
"Butik berjalan lancar bu tidak ada komplain dari pelanggan"
"wah hebat kamu Ra, padahal kamu karyawan baru ya"
"Hehe iya bu ini semua ilmu dari bu Risma yang pernah mengajari saya tentang ini itu, saya terimakasih banget sama ibu karena udah mengajari saya ilmu -ilmu yang ibu punya dan sudah menerima saya kerja dibutik milik ibu dan sudah memberi saya jabatan yang tinggi padahal saya cuma lulusan SMA, saya terimakasih banyak bu" ucap Rara dengan sendu
"Iya sama-sama Rara, jangan kecewakan saya ya" ucap bu Risma sambil mengusap bahu Rara
"Iya bu saya akan berusaha tidak mengecewakan ibu" ucap Rara sambil tersenyum
Setelah acara nangis-nangisnya selesai tak lama ada suara ketukan pintu
tok....tok.....tok....
"Selamat sore bu saya akan mengecek kondisi ibu apakah sudah membaik atau belum" ucap dokter firman
"Iya dok, gimana dok saya sudah bisa pulang sekarang kan saya sudah bosen disini dok" ucap bu Risma sambil merengek
"Ibu sudah diperbolehkan pulang sore ini karena kondisi ibu sudah baik"
"Makasih dok" ucap bu Risma
"Yasudah saya pamit dulu ya bu"
setelah dokter keluar Rara mengemasi pakaian bu Risma, karena pekerjaan Rara sudah selesai Rara memutuskan pulang karena hari mulai petang
"Bu Risma, pak Sam saya pamit pulang dulu ya karena ini suh mau maghrib" ucap Rara sambil menyalami bu Risma dan Pak Sam
" Iya kamu hati - hati dijalan ya"
"Siap pak. assalamualaikum"
"waalaikumsalam " ucap pak Sam dan ibu Risma bersamaan