Sekarang dinginnya malam telah digantikan dengan hangatnya mentari yang terbit dari timur dan dimana semua orang sudah melakukan aktifitasnya, begitu juga dengan Rara dia sudah siap melamar pekerjaan dan sudah membuat surat lamaran kerja.
Rara sudah berkeliling dari toko satu ketoko yang lain nya yang jaraknya deket dengan tempat kos nya tapi juga belum mendapatkan pekerjaan. Ahirnya Rara mencoba melamar pekerjaan diperusahaan yang membutuhkan karyawan yang cuma lulusan SMA
"Pak apakah disini butuh karyawan ?" Tanya Rara kepada satpam yang berjaga didepan pintu gerbang
"Sekarang belum ada mbak nanti kalo ada lowongan akan ada brosur yang ditempel didepan gerbang mbak " jelas satpam tersebut
"Makasih ya pak "
Ahirnya Rara memutuskan mencari pekerjaan lagi di perusahaan yang dia jumpai selalu dihampiri tapi jawabannya sama belum membutuhkan karyawan. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan azan solat zuhur telah berkumandang tapi Rara juga belum mendapatkan pekerjaan, Rara memutuskan untuk solat dulu dimasjit dekat ia berdiri.setelah selesai solat taklupa Rara berdoa agar diberi kelancaran untuk mencari pekerjaan.
"Yaallah tolonglah hambamu dalam mencari pekerjaan lancarkanlah jalannya "
Setelah selesai solat dan berdoa Rara pergi untuk mencari makan karena sejak tadi pagi Rara belum sarapan , ahirnya Rara metuskan untuk beli mie ayam dipedagang kaki lima.
"Pak mie ayam nya satu mangkok, sama minumnya air putih ya" ucap Rara
"Siap neng ditunggu ya "
Setelah menunggu 15 menit ahirnya pesenan Rara sudah siap, tapi saat hendak menyuap makanan nya kemulut ada seseorang yang menghampiri orang yang duduk dekat dengan Rara, wanita itu seperti pengemis karena dia memakai daster yang telah pudar warnanya, rambut awut-awuttan, wajah kucel karena debu dan sinar matahari.
"Nak sedekahnya nak ibu sudah tidak makan 2 hari " ucap ibu tersebut dengan memelas. Tapi orang tersebut malah menghiraukan keberadaannya, dia malah asik makan.
karena tidak ada balasan dari orang itu pengemis tersebut menhampiri Rara " Nak sedekahnya nak ibu sudah tidak makan 2 hari " ucap pengemis tersebut dengan mengiba
Tapi sebelum Rara menjawab bapak penjual mie ayam mengusir ibu tersebut.
" pergi sana penampilanmu membuat pelanggan saya kabur " ucap tukang mie ayam tersebut sambil mendorong ibu tersebut hingga jatuh, karena tidak tega ahirnya Rara menghampiri ibu tersebut dan membantu berdiri, setelah berdiri Rara menuntun ibu tersebut duduk ditaman.
"Ibu tunggu disini ya saya mau beli mie ayam dulu, katanya ibu belum makan kan, ibu mau kan "
"Iya ibu mau asal tidak merepotkan kamu nak "
"Pak mie ayamnya satu porsi lagi ya dan minumnya air putih aja "
Setelah menunggu 15 menit ahirnya pesenannya jadi juga dan dia membawa mie ayamnya yang udah dia pesen dan miliknya yang belum ia sentuh sedikit pun ketempat duduk yang sudah disiapkan oleh pedagang tersebut .
"Ini bu dimakan ya " ucap Rara dengan menyerahkan mangkuk mie dan minumnya
"Kamu nggak jijik makan sama ibu ?" tanya ibu tersebut
"Enggak bu ngapain jijik ibu juga manusia, derajat kita sama dimata tuhan " jawab Rara dengan tersenyum tulus " Yaudah sekarang dimakan ya bu, nanti keburu dingin "
"Makasih ya nak kamu baik banget, kamu sedang cari kerja ya"
"Kok ibu tau sih " jawab Rara dengan heran
"Kan surat lamaran kerja kamu ada disamping kamu jadi bu tau lah, kamu udah dapat kerjaan ? "
"Belum bu pekerjaan dikota besar susah apalagi cuma lulusan SMA "
"Seandainya kalo kamu kerja dibutik mau apa enggak?" tanya pengemis itu
"Mau bu, saya kerja apa saja mau bu asalkan halal" jawab Rara dengan bijak
"Kamu mau nggak kerja sama saya " tawar pengemis tersebut
"Kerja apa ya bu " jawab Rara ragu "Bukan saya mau merendahkan ibu tapi ibu kan hanya pengemis " ucap Rara dengan perasaan bersalah karena sudah merendahkan orang
"Hahaha kamu tenang aja saya ini lagi nyamar aja sebenarnya saya ini orang pemilik butik yang ada didepan taman ini dan kebetulan saya membutuhkan asisten yang dapat dipercaya, jujur dan tidak memandang orang dengan setatus sosialnya" terang ibu tersebut
"Beneran bu, tapi saya cuma lulusan SMA "
"Itu nggak masalah, pokoknya besok kamu udah boleh kerja masuk jam 7 "
"Makasih bu saya akan datang tepat waktu " jawab Rara dengan semangat
"Yasudah saya pulang dulu ya, besok jangan lupa jam 7 datang ya" pamit ibu tersebut dengan mengingatkan Rara
"Iya bu saya tidak akan lupa" ucap Rara dengan semangat 45
Setelah berpamitan dengan ibu tersebut ahirnya Rara pulang ketempat kosnya dengan suasana hati yang bahagia, dan selalu mengembangkan senyumnya disetiap jalan pulang menuju kosnya.
☆☆☆
Hari ini Rara bangun tidur dengan semangat karena sudah mendapatkan kerja. Dia memutuskan untuk siap-siap pergi ke butik sekalian sarapan bubur ayam. Ahirnya sekarang Rara sudah sampai di butik bersamaan dengan turunnya bu Risma dari mobil yang ditumpanginya.
"Salamat pagi bu" sapa Rara dengan sopan
"Selamat pagi emm" ucap bu Risma bingung karena belum tanya namanya
Rara tau karena ibu Risma bingung ahirnya rara menyebutkan namanya " Nama saya Rara bu "
"Ohh iya selamat pagi Rara" ulang bu Risma " Ayo masuk nanti saya jelaskan kerja kamu " lanjut bu Risma
"Iya bu" ucap Rara
Setelah masuk disana Rara begitu kagum dengan gaun - gaun yang ada didalam karena ibu Risma adalah desainer terkenal di Indonesia bahkan karya-karyanya sudah sampai keluar negeri
"Jadi kerja kamu adalah mengatur jadwal saya untuk ketemu kliyen dan mengangkat telfon dari kliyen dan mencatat keluhan kliyen " terang bu Risma " Gimana kamu faham kan ? " lanjutnya
"Iya saya faham bu"
"Jika kamu sudah faham silahkan mulai kerja disini mulai hari ini dan mulai tanda tangan surat kontrak nya" ucap bu Risma sambil menyerahkan surat kontrak kerja
"Iya bu" ucap Rara sambil menandatangani surat kontrak tersebut
"Oke karena kamu sudah menandatangani surat kontraknya saya akan tunjukkan meja kerja milik kamu"
"Iya bu "
"Jadi ini meja kamu. Dan selamat kerja Rara" ucap bu Risma
"Ibu juga semangat kerjanya ya " ucap Rara dengan semangat
Takterasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore dan itu sudah waktu pulang kerja di butik, Rara memutuskan untuk menunggu bu Risma keluar dari ruangannya karena tidak sopan jika pulang dulu. Setelah menunggu 1 jam bu Risma tidak keluar dari ruangannya ahirnya Rara memutuskan pergi kedalam ruangan tersebut, setelah masuk Rara dikejutkan dengan keadaan bu Risma
"Yaampun bu Risma " ucap Rara syok