"Yoo udahan...masukin aja langsung yoo please" kini dinda mencoba membalik posisinya dan ia tanpa ragu memasukan milik yoyo ke dalam vag***a nya.
"Ughhhhh....enak yooo"
"Iyaa dind tekan kuat-kuat aja din"
Terasa sekali milik yoyo memang sangat panjang, karena ia menyentuh hingga ke pintu rahimnya. Terasa ngilu namun nikmat, dan Adinda sudah tidak tahan ingin bergoyang dengan cepat dan kuat. Goyangan Adinda membuat yoyo kewalahan, gadis ini benar-benar liar.. ia melihat dinda begitu menikmatinya dan tidak ingin memberikan jeda pada gerakannya.
"Pelan-pelan aja dinda..nanti lo malah kecapean" ucap yoyo sambil menarik-narik p****g dinda yang begitu keras.
"Ga yo...gue bener-bener udah ga tahan ini,ahhh bang**st kenapa punya loo panjang bgt sih" racau dinda yang kini makin menggila dengan gerakannya.
Yoyo memejamkan matanya, ini nikmat banget dinda memang jago bikin cowok ketagihan kaya gini. Yoyo menarik wajah dinda dan menciumi bibir gadis itu dengan rakusnya. Lidah mereka berdua saling bermain mencari kepuasan selain gerakan dibawah yang semakin basah dan membuat suaranya terdengar nikmat.
Kini yoyo menahan pinggul dinda dan ia mengambil alih untuk menggoyangnya dengan kuat. Gerakan yoyo membuat dinda terus berteriak, bagaimana tidak hentakan milik yoyo terus menghantam dengan kuat miliknya sehingga terasa ngilu tapi juga ingin membuatnya keluar.
"Sshhh aakkhhh... yo... gue mau keluar lagi yoo.. makin cepet yo please" dinda masih merasa kurang dengan gerakan yang yoyo lakukan di vag***n nya.
"Bng***t enak bgt punya lo din.. ga puas2 juga lo yaa" kini yoyo benar-benar sudah ga tahan lagi untuk ga bermain kasar sama cewek yang ada di atas tubuhnya ini.
Dengan sekuat tenaga yoyo menggoyangkan miliknya hingga Adinda berteriak kencang memohon ampun, terlihat tubuh adinda bergetar berarti dia telah keluar. Tapi yoyo tidak peduli dan terus menggoyangkan tanpa ampun bahkan menghisap kuat p****g dinda.
"Yoo...udah yoo ampun kasih gue waktu napas yo..sshhh akkhhhh ughhh yoo please ampun"
Dinda berusaha bangun tapi bokongnya dengan kuat yoyo tahan jadi ia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Bng**t tadi lo yang minta gue kasar, nikmatin aja dinda...sshhh aahhkkk anj**g enak bgt sih punya lo din.." kini dengan kasarnya Yoyo menarik rambut dinda dan menciumi bibir gadis itu kuat. Bahkan ia menampar kuat wajah dinda ketika dilihat gadis itu mulai menangis..
Yoyo makin bernafsu melihat dinda memohon ampun bahkan menangis. Dan ia membalik tubuh dinda dengan cepat dan mengambil gespernya untuk mengingkat tangan dinda ke atas. Dinda hanya bisa pasrah dengan apa yang yoyo lakuin, dinda tidak menyangka jika pria ini bisa sangat kasar. Padahal baru tadi ia sangat romantis dan lembut padanya.
Kini yoyo makin brutal memasuki milik Adinda hingga gadis itu makin berteriak kencang, rambutnya terasa sakit karena terus-terusan Yoyo jambak bahkan bokongnya sangat merah karena tamparan yoyo. Sensasinya sangat aneh, Adinda memang kesakitan tapi juga terasa nikmat sekali bahkan ia lupa sudah berapa kali mencapai puncaknya. Yoyo makin berani memainkan jarinya di bagian sensitif b****g dinda, yang makin membuat dinda kewalahan.
"Udah yoo please...sakit yoo"
"Ga dind.. gue belum puas sama tubuh loo.. ahkkhhh teriak dind ,bilang nama gue dinda!!"
"Aaakhhhh....ughhh... yoyo ampun yoo"..
"Bilang enak di en***nt gue dinda"..
Dinda hanya menggelengkan kepalanya, ia makin tidak kuat karena tubuhnya mulai lemas dan sakit..
"Teriak pe**rk ,bilang kaya yang gue minta tadi" yoyo makin gila menggempur miliknya bahkan tangannya semakin dalam ia mainkan di b****g dinda.
"Iya yooo iyaa enak lo ng**nt gue yoo.." kini tubuh dinda terkulai lemas, ia merasa akan pingsan.
Matanya menatap sekeliling pantas saja yoyo dengan santainya mendengar Adinda berteriak karena kamar ini kedap suara.
Shit!!! Sakit jiwa memang ni cowok!!
Yoyo masih terlihat sangat kuat bahkan belum ada tanda-tanda ia akan keluar..
Wajahnya yang tampan membuat Adinda takut karena terlihat yoyo yang lain dan berbeda.
Tubuh adinda dibalik yoyo dengan kasar dan ia kembali memasukan miliknya dan menggerakannya dengan cepat. Tangannya meremas kuat d**a dinda dan memilin kuat p****g gadis tersebut.
Erangan gadis ini makin membuat yoyo bernafsu untuk menampar wajahnya.
"Plakk..." Suara tamparan yang cukup keras hingga dinda meringis kesakitan dan menangis. Lalu yoyo membungkam bibirnya dengan ciuman dan jilatan ke seluruh mulut dan bibirnya.
"Ahhh bang*sttt bntar lagi gue keluar akkhhh emmmm"...
Dinda makin tidak berdaya apalagi tangannya masih terikat di atas... tangan yoyo malah menekan dan menggesek kuat ke clitnya hingga dinda ingin berteriak lagi dan kini ia keluar dengan sangat banyak sampai yoyo menarik keluar miliknya.
"Ughhhh dinda...asli loo emang pe**rk banget yaa, lo bilang sakit tapi keluar sampai kaya pipis gini"... Ucap yoyo sambil tertawa sinis dan menarik putingnya kuat.
"Aakhhhhh sakit yoyo..."
Yoyo kembali memasukan miliknya dan kembali bermain dengan kasar hingga dirasanya akan keluar sebentar lagi, yoyo menghisap kuat-kuat p****g dinda hingga rasanya sangat perih. Dan tidak lama yoyo menarik lagi miliknya, dinda kembali keluar dan itu membuat yoyo kesal..
"Bang***t gue hampir klimaks nih..lo tahan dulu sebentar per***k" kini tamparan keras yang dinda dapatkan di wajahnya..
Air matanya mengalir deras. "Ampun yoo punya lo enak banget, gue tahan ini yoo janji" sahut Dinda disela isak tangisnya.
Yoyo mulai melemah dan terasa iba melihat gadis ini sudah begitu lemas dan awut-awutan. Ia memasukkan miliknya dengan menggoyang nya pelan.
"Nghhhh kalo mau keluar barengan dinda..."
"Mmhppp ...hhhhh iya yoo"
Suara kelamin yang beradu pelan hingga berubah kencang mengiringi permainan mereka hingga klimaks. Yoyo menarik mencabut miliknya dan menumpahkan di d**a adinda sambil memilin kuat p****g adinda. Ia menatap mata sayu gadis manis tersebut terlihat sudut bibir nya membengkak bahkan mungkin biru nantinya. Yoyo menggendongnya membawa ke kamar mandi dan mendudukkannya ke dalam bathup. Membersihkan sisa s****a di dadanya, Mereka berdua hanya diam tanpa berbicara apapun. Adinda merasakan tubuhnya sangat sakit juga ngilu bahkan pipinya pun sakit. Pergelangan tangannya tergores dan merah-merah.
"Din...maafin gue, inilah kenapa gue tadi berusaha keras nahan diri supaya ga kepancing lo din" ucap yoyo membelai pipi dinda yang sakit.
"Gapapa gue yang salah kayak p*****r malam ini, sengaja banget godain lo yoo" jawab dinda yang sudah kembali menangis, ia merasa malu tapi juga sedih. Dinda memang hyper tapi baru kali ini ia diperlakukan kasar hingga tubuhnya babak belur seperti ini.
"Ampun din gue bakalan tanggung jawab sama yg gue lakuin din, nanti kita ke dokter biar bisa obati luka lo ini.. gue akuin din kadang-kadang kalo gue high banget gue suka main kasar".
Dinda hanya diam, dan kembali membersihkan tubuhnya yang terasa sangat perih..
Ia tidak berani menatap pria dihadapannya.
Terbayang lagi betapa kasarnya ia tadi.
✌END✌