Pain and Passion 2

1245 Words
"Dinda..." panggil yoyo pelan setelah mereka puas tertawa karena ulah dinda tersebut. "Apa yo ?? h***y lo?" Sahut dinda asal yang membuat jidatnya kembali dipukul pelan sama yoyo. "Ih lo yaa din... omongan jorok mulu ahh, yang ada lo kan yang h***y dari tadi" "Hahaha tau aja lo yo gue lagi h***y" "Astaga jujur banget si lo dind, tidur gih sana dikamar gue biar otak lo bersih dikit" ucap Yoyo sambil menarik tangan dinda. Tapi dinda malah menggelengkan kepalanya menolak untuk naik ke atas. "Gue ga ngantuk lagi yoo, gue mau disini aja" "Eh seriusan nih ga mau tidur? Trus lo mau ngapain dong?" "Eemm gimana kalo nonton film aja ?" "Film bokep?" "Anjir.. ga suka gue film yang begituan enak praktek langsung Yo" Yoyo yang mendengar ucapan gadis itu langsung tertawa keras, gila emang ni cewek frontal banget. Yoyo pun menawarkan film horror karena dia memang cuman suka jenis film itu. Ga disangka ternyata Adinda setuju malah keliatan senang banget. "Lo suka film horror juga din?" Tanya Yoyo sambil mencari film horror yang bagus di file tv nya yang terhubung langsung ke usb yang dicolok di belakang TV. "Ya dong,, kan bagus tuh" jawab Dinda sambil duduk lebih menggoda di dekat yoyo. Bajunya aja makin turun kebawah, membuat yoyo makin pusing juga liatnya. Sayang Nya yoyo bukan cowok b******k yang main terkam anak orang, kalo diminta ya ayok hahaha. Berapa menit berlalu dengan tanpa suara dari mereka yang serius menikmati film tersebut. Ada beberapa adegan erotis yang terlihat membuat Adinda menarik napas pelan tapi malah kedengaran seperti desahan di telinga Yoyo. Pria itu menatap gadis di sampingnya, astaga ia dengan sangat jelas bisa melihat d**a adinda yang begitu ranum juga menggoda. Yoyo menelan ludahnya sendiri, kenapa juga ia malah kepikiran ngajak Dinda kerumah dan malah bikin h***y gini. Yoyo agak terkejut ketika tangan dinda meremas pelan pahanya, terlihat tangan dinda yang satunya menutup wajahnya. "Lo kenapa dind ? Takut.. gue stopin aja ya ni film?" "Jangan yo... biarin aja, gue takut tapi penasaran juga" "Yaudah nih liatnya sambil sembunyi dibelakang gue deh " tawar yoyo yang langsung di iyakan Dinda dan bersembunyi di belakang pundak pria ini. Remasan tangan dinda semakin kencang di pinggang yoyo. d**a gadis ini pun menempel erat di punggungnya, terasa kenyal sekali. Yoyo menarik tangan dinda dan memegangnya. "Remes tangan gue aja din, geli nih pinggang gue" "Yee baru juga pinggang gue remes yo belum yang lain" Gilaa memang ni cewek dari tadi mancing-mancing mulu. Akhirnya yoyo ngebalik tubuhnya dan menatap dinda tajam, dia pun langsung mencium bibir tebal seksi dinda tersebut. Adinda hanya diam tanpa merespon balik ciuman yoyo. "Sorry dinda kelepasan gue nya" yoyo menarik wajahnya, terasa perasaan menyesal dengan apa yang dia lakukan tadi. Dinda hanya diam dan berdiri didepan Yoyo. Dinda mendorong pelan tubuh Yoyo ke sofa dan ia menaiki tubuh laki-laki itu dan duduk di pangkuannya. Yoyo terkejut dengan perlakuan gadis ini, wajahnya semakin mendekat hingga akhirnya berhenti dibibir Yoyo. "Gue pengen Yo.. tapi jangan cerita sama Juna" ucap Adinda menatap tajam ke arah yoyo. "Oke din..gue masih waras kok, ngapain cerita sama dia" yoyo menelan ludahnya sambil melihat begitu sensualnya bibir gadis di depannya ini. Adinda menciumi bibir pria itu dengan penuh nafsu, dari tadi dia menahan gengsinya agar Yoyo yang duluan maju. Yoyo merespon ciuman gadis ini dengan menarik leher Adinda sehingga ciuman mereka berdua makin dalam. Yoyo memainkan lidahnya membuat desahan Adinda terdengar, kini lidahnya dibalas oleh dinda yang makin liar di atas pangkuannya. Yoyo mencoba menikmati semuanya yang kini ada didepannya, termasuk d**a Adinda yang begitu menggodanya. Tanganya yoyo meremas lembut d**a kenyal itu dan membuka semua baju adinda, kini tangan kirinya mengelus lembut puncak p****g tegang gadis itu. Adinda mendesah nikmat karena ulah Yoyo, ia melepas ciumannya dan menciumi leher yoyo. Ia pun menjilati jakun pria itu dan membuat remasan di dadanya makin kuat. "Ssshhh yo pelan-pelan dong, d**a gue nyeri nih" desah Adinda yang masih belum puas menjilati leher yoyo.. "Mhhpppp oke din..." sebagai gantinya yoyo menjilati d**a kenyal Adinda yang berakhir menjadi kuluman di p****g Adinda. Dengan penuh kelembutan Yoyo bermain di putingnya, memainkan lidahnya memutari p****g coklat adinda yang membuatnya mendesah makin kuat. "Anj***ng lo yoo enak banget ini aaakkk" desah Adinda makin menjadi ketika lidah yoyo makin kuat bermain di putingnya. Kini kepala yoyo makin dinda remas kuat-kuat, ia sudah tidak tahan ingin lebih dari ini. Tangan yoyo menelusuri ke belakang tubuh adinda hingga berakhir ke b****g seksinya dan meremas kuat. Tanpa sadar adinda membuat gerakan menggesek diatas pangkuan yoyo, ia terlihat sangat bernafsu dan membuat Yoyo takjub betapa liarnya pacar sahabatnya tersebut. "Duduk Adinda..." yoyo menurunkan tubuh gadis itu untuk duduk di depannya, Yoyo lalu membuka kaki adinda lebar-lebar dan menatap pemandangan surgawi didepannya. "Yo ngapain lo bengong depan vag*** gue yoo" Ucap Adinda yang merasa risih karena Yoyo hanya menatap tanpa melakukan apapun. "Sabar dinda.. gue kan berdoa dulu biar lo tambah enak" seloroh nakal pria tampan ini yang membuat Adinda tertawa.. Yoyo sengaja ga membuka panty yang dinda kenakan, ia hanya menariknya sedikit ke samping dan mendekatkan lidahnya menyusup pelan kedalamnya. "Ssshh yo..." erangan Adinda membuat yoyo makin ingin bermain di v****a gadis ini lebih lama lagi. Yoyo terus menjilati c**t Adinda tanpa henti dan memainkan satu jarinya didalam, semakin membuat basah dan nikmat bagi dinda. Nafas Dinda makin tidak menentu seiring permainan yoyo di bawah sana. "Yo...aaahhhk...trus yo..please.." kini dinda menekan kuat kepala yoyo semakin kedalam, lidah pria itu makin terasa kuat menghisap clitnya.. Makin lama dinda makin mengerang kuat, sebentar lagi dinda akan mencapai puncaknya. Namun tiba-tiba saja yoyo menghentikan permainannya yang membuat Dinda keheranan dan agak kesal.Yoyo hanya tersenyum menatap mata kesal Adinda. "Kita ke atas sayang...aku ga suka main di sofa, sempit" yoyo berbisik lembut di telinga Adinda dan menggendongnya ke kamar atas. Yoyo merebahkan tubuh Adinda yang hanya tertutupi panty, tanpa malu dinda membuka lebar kakinya. "Lagi yoo kaya dibawah tadi" pinta Dinda dengan manja menarik tangan yoyo untuk menyentuh vag**a nya lagi. "Yes baby I will do everything as you wish.." Kembali yoyo mendekati gundukan kecil yang sungguh basah itu, menjilatinya dengan kasar hingga pemiliknya meracau tak menentu. Sengaja yoyo memasukan 2 jarinya untuk bermain lebih dalam, dan benar seperti dugaannya Dinda mendesah lebih kuat dan menarik tangannya yang satu untuk menyentuh putingnya. "Yoo p****g gue please" desah Adinda tidak menentu, terasa sangat kuat yoyo memilin putingnya. Kini dinda makin tidak kuat menahan perasaan ingin keluar di bawah sana. Permainan jari yoyo semakin cepat hingga gadis itu berteriak kencang dan membuat tangan yoyo semakin basah. Yoyo menatap gadis manis yang terbaring lemas dan gilanya tanganya Adinda masih meremas dadanya sendiri. "Yoo gue pengen gantian..." "Maksud lo din???" "Anj**** pura-pura ga tau lagi lo yoo" Yoyo tertawa ketika dinda menarik miliknya dan mengulum didalam mulutnya. "Gila emg lo Dinda... agresif banget jadi cewek..uhhhh terus din" kini giliran Yoyo yang mendesah karena ulah dinda, ia akui gadis ini jago soal blowjob. Yoyo jadi ingin lagi bermain di vag***a dinda lalu ia minta dinda menaiki tubuhnya secara terbalik dan dengan mudahnya ia melihat milik dinda yang sangat basah itu. Lalu Yoyo kembali menjilatinya dengan rakus. Erangan dinda tertahan karena milik yoyo terus ia mainkan di dalam mulutnya. Milik yoyo sama besarnya seperti Juna hanya saja milik yoyo lebih panjang. Inilah yang membuatnya penasaran dengan rasanya. Dibawah sana yoyo makin aktif melakukan jilatan di c**t nya membuat Dinda makin terangsang. Apalagi yoyo menahan kuat bokongnya dan memasukan lidahnya lebih dalam. Serius ini membuat dinda ingin berteriak kencang, saking gelinya juga nikmat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD