MBH 23

1205 Words

Mobil terhenti di depan pagar hitam yang menjulang tinggi. Pagi ini, sebelum berangkat ke kantor Myco mengantarkan Salwa lebih dulu untuk pulang, karena ada job pemotretan. "Nanti perlu aku antar atau nggak?" Salwa menggelengkan kepala. "Nggak usah. Kamu kerja aja yang bener, kumpulin cuan yang banyak buat aku," jawabnya tersenyum lebar. Myco terkekeh. Tangannya terulur mengusap puncak kepala Salwa. Lagi-lagi Salwa merasakan debaran yang sama setiap kali Myco bersikap manis seperti saat ini. "Nanti sama Rosa kan?" Rosa. Mendengar nama itu membuat Salwa terdiam. Hubungan persahabatan mereka sedang tidak baik-baik saja saat ini, setelah percekcokan yang terjadi tempo hari. "Sayang?" "Ah, iya. Nanti sama Rosa kok," jawab Salwa berbohong. Mungkin lebih baik ia tidak perlu mengataka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD