Melihat wanita di sampingnya terdiam, Barga menjadi panik. Dia takut membuat Angel kembali membencinya. "Eh, kalo enggak mau enggak usah dipaksa, gue... gue cuman agak takut nanti Papa ikutan punya penyakit jantung kayak Oma." Barga sudah membayangkan bagaimana reaksi keluarganya saat tahu bahwa putra bungsu kayangan keluarga itu sudah memalukan mereka. Pemuda itu sedikit tertawa, dia selalu menganggap Fazio sebagai pembuat masalah karena setiap dia muncul pasti ada keributan tapi yang pembuat masalah sebenarnya adalah dia. Barga sangat malu. "Seterah lo," balas Angel yang membuat Barga terkejut mendengarnya. Dia pikir gadis itu akan menolak mentah-mentah. "Tapi gue saranin aja sama lo, bom yang terlalu lama di simpan, meledaknya bisa lebih besar," lanjut Angel sambil menatap wajah po

