"Muka Abang kenapa murung?" tanya Eksas yang baru saja masuk ke dalam mobil. Tidak biasa sang abang menyambutnya dengan raut wajah seperti itu. Bahkan awal kegelapan terlihat begitu jelas dari gambaran wajahnya. Enver menatap sang adik. "Mana mobil kamu?" tanyanya. "Di tempat teman." Eksas sibuk dengan ponselnya karena ada beberapa nomor baru yang masuk. Ia sangat welcome karena sebagian nomor baru tersebut adalah pelanggan baru yang ingin memesan kue buatannya sendiri. Namun ada beberapa nomor yang malah mengajaknya berkenalan. Hanya 2 hal yang Eksas lakukan, pertama ia akan mengabaikannya. Kedua, ia akan langsung memblokir kontak tersebut. Bahkan ada laki-laki yang berusaha mendekati dirinya dengan berbagai nomor. Dia bahkan ingin mengantar makanan ke rumahnya langsung. Apa Eksas akan

