Uli dan Enver Part 26 : Fakta Sesungguhnya

1519 Words

Suasana tampak canggung. Enver juga bingung harus mencairkan suasana dengan obrolan seperti apa. Apalagi niat ia datang ke sini untuk bertemu dengan sang adik. Namun hal yang tidak terduga malah menyapa dirinya. Enver berdehem untuk memecahkan keheningan. Namun tidak ada respon yang berarti dari Renal. Jari jempolnya bergerak-gerak di atas layar ponsel. Pesanan datang dan Renal langsung menyembunyikan ponsel di dalam saku celana. Hanya minuman yang datang karena Enver maupun Renal tidak memesan makanan. Alasan keduanya sama yaitu sudah kenyang. Padahal mereka berdua belum makan siang sama sekali. Apa perut keduanya diisi oleh angin sehingga tidak merasa lapar? Semoga saja tidak. "Minum dulu, Bang." Renal menggeser cup ice americano agar mudah di jangkau oleh Enver. "Terima kasih.” S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD