15. Putus

2793 Words

"Napa lo Ka? Daritadi diem bae kayak ayam kebelet kawin," celetuk Zidan saat sedari tadi sahabatnya ini hanya diam saja. Kaka memang selalu diam saja jika tidak diajak bicara, tapi kali ini seperti memikirkan sesuatu yang berat. "Eh pinter, ayam kebelet kawin mah malah berisik banget. Petok petok kawin petok petok kawin," koreksi Seno lalu tertawa. "Kok lo tahu? Lo penghulunya?" tanya Zidan ikut tertawa. "Masa sih Sen kek gitu? Perasaan nggak ada kawin-kawinnya deh kalo berisik," ujar Ilham disertai kening berkerut dalam. "Dari lama gue mikir, lo pas pembagian otak lagi beli otak-otak?" sarkas Zidan memutar bola mata. Ilham diam sejenak, menopang dagu berpikir. "Gue mikir dulu." "Nggak punya otak ngapain mikir?" Seno menimpali. "Suri." Satu kata yang keluar dari mulut Kaka mengint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD