Hari yang ditunggu Maula pun tiba, wanita itu sudah menyiapkan segalanya, untuk melanjutkan misi mengenai permintaan ibu mertuanya. Dia juga mengirim pesan kepada Adiva. 'Jangan lupa malam ini, aku tunggu jam 10!' Maula meremas ponsel yang ada di tangannya. Wanita itu dilanda gundah juga gelisah karena dia akan mengulang kisah yang sama di enak tahun lalu, dengan orang berbeda. "Jika, dulu aku menggunakan si Kieran bodoh itu, untuk mempunyai Bela. Kali ini, aku mendapatkan wanita yang lebih cerdik darinya. Dan aku tidak bisa memperlakukan dia sama, seperti Kieran!" Tatapan Maula tajam, dia mengingat semua kejadian enam tahun silam, yang sampai kini masih ia tutup rapat. Bahkan suaminya pun tidak tahu, kejahatan yang ia lakukan di kala itu. "Tidak apa-apa tidak bisa hamil dan melahir

