Adiva menarik dasi Farraz sehingga lelaki itu juga ikut bersembunyi dengan ruang terbatas. Satu centi saja, jarak diantara wajah keduanya. Nafas dan detak jantung yang bertalu itu terdengar merdu. Bak irama yang menjadi pengiring dalam persembunyian kisah yang tentu saja akan dimulai. Farraz adalah pria normal yang pada akhirnya, mengakui pesona sekertarisnya. Aroma manis yang menguar, setiap kali dia berdekatan, membuat nafasnya memburu, detak jantungnya semakin tak terkendali. Sedangkan dirinya, seolah sedang dalam situasi tak terkendali. Jika dia menyerah sekarang, bagaimana dia menjelaskan kepada putrinya. Ada wanita lain yang bersembunyi pada ruang kerjanya. Sedangkan Adiva menyembunyikan senyuman. Dirinya bukan tak takut berdekatan dengan Farraz. Hanya saja, demi tujuannya sekara

