42. Rencana Busuk Puri untuk Mengambil Alih Wasiat

1020 Words

Usai berbagi keluh dengan sang ibu, Gendhis yang sudah lelah menangis malah tertidur di lantai. Wajahnya masih basah, begitu pula matanya yang sembap. Hampir sejam lamanya Gendhis tertidur di lantai saat Puri mengetuk pintu dengan pelan. "Kak, Kakak aku masuk, ya?" Betapa terkejutnya Puri melihat Gendhis bak orang tunawisma yang tertidur dengan lelap di lantai. Kedua kakinya menekuk dengan rambut panjang yang terurai. Puri mencebik, lantas berkacak pinggang. "Biar kutebak. Dua pria tadi memperebutkan janda ini? Yang ternyata, dia sendiri masih sayang pada suaminya?" Untuk sejenak, Puri terbahak membayangkannya. Lantas, ia mendekat dan berjongkok di samping Gendhis untuk menggugah. "Kak, kenapa tidur di lantai?" Puri sedikit terkejut saat menyentuh lengan Gendhis yang terbuka. Untuk se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD