57. Kepekaan Hati Abi

1629 Words

Jam makan siang sudah terlewat. Beberapa pengunjung Satoe Hati telah meninggalkan kafe dengan perut yang terisi penuh. Sembari mengulum senyum lebar-lebar, Puri sibuk mencari ponselnya di meja. Usai memastikan semua pelanggan keluar dari kafe, ia segera menghubungi Abi. "Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Puri. Ia turut prihatin sebab berulang-ulang kali Abi menghubunginya sedari tadi. "Puri, tolong nanti jemput kakak iparmu, ya. Aku masih ada urusan," pinta Abi. Tentu saja Puri menolak. "Di kafe tak ada siapa pun, Bi. Sorry. Aku harus ngehandle ini. Bagaimanapun juga, kafe tua ini tempatku mengais rezeki. Bukan hanya aku, tapi semua karyawan di sini bergantung padaku, Bi." Sontak saja, Abi memejam. Dipijatnya pelipis dengan pelan. "Mau berapa? Katakan, saja!" Mendengar teriakan Abi, a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD