Hemm ternyata semudah ini umpan pancingku termakan. Bagus! Aku yakin, apa yang diucapkan Sabrina adalah kode untuk Mas Yudhis. Sialan, selama ini dia sudah melakukan itu berkali-kali, tapi aku baru sadar sekarang. Silakan, kalian pakai kamarku—hanya untuk sekali lagi saja! “Gimana, Ray? Boleh kan? Maaf ya Ray kalau aku ngerepotin kamu terus. Habisnya … kalau ada papa di rumah tuh kerjaannya marah-marah terus, pusing kepalaku!” “Umm nggak apa-apa, Sab. Kayak sama siapa aja sih. Ya udah nginap aja, tapi sendirian semalaman berani, kan?” Kening Sabrina mengernyit dengan bibir sedikit mengerucut. “Yaa diberani-beraniin aja, mau gimana lagi, kamunya kan sibuk kerja. Tapi janji ya Ray, begitu selesai langsung pulang? Aku iseng aja sendirian di apartement.” Nada suara Sabrina sengaja dibuat ma

