“Rayya, jadi apa rencanamu?” Rayya tampak berpikir, menyesap kopi yang sudah tidak panas lagi. Lalu kembali menatap Arjuna. “Aku pikir, kalau hanya dengan cara membuat ibu dan adiknya kesal, itu akan lama. Apalagi, Yudhis sudah terang-terangan bilang ke ibunya tentang rencana dia manfaatin aku. Hemm bisa-bisa ibunya sudah mulai sekongkol sekarang. Jadi … aku akan mempercepat ini. Sekarang sudah akhir tahun 2022. Aku ingat, mulai merasakan sedikit nyeri di dadaku itu di tahun 2023, tapi aku masih lupa di bulan apa. Jadi—” “Jadi, kita harus cepat, Ray. Aku nggak mau kamu sampai sakit kanker p******a. Aku mau kamu sehat-sehat saja.” Arjuna terlihat begitu khawatir. Rayya mengangguk. “Ya.” “Apa yang kamu pikirkan, Ray? Apa sudah ada cara supaya mereka lebih cepat menikah?” Rayya menghela

