BAB 47. Kepergok

1186 Words

“Ka—kalian semua? Kenapa ada di sini?!” Wajah Sabrina mendadak pucat pasi. Rasanya ingin pingsan saja sekarang juga. Setahu dia, Rayya bukanlah orang yang punya banyak teman. Dia hanya bekerja dan bekerja. Lalu, bagaimana mungkin sekarang bisa membawa orang sebanyak ini ke apartementnya? Mana mungkin Rayya berteman dengan mereka sampai begitu dekat dan membawanya main ke apartement? Sabrina pusing mendadak. Bukan lagi karena alkohol, tapi karena ketakutan yang teramat sangat. “Mereka mau istirahat sebentar di sini, Sab. Sebelum kembali ke kantor. Tuh di ruang makan dan ruang tamu juga ada cowok-cowok. Pak Arjuna juga ikut kesini.” Dengan santainya Rayya bicara. Tidak peduli dengan Sabrina yang sudah bergetar ketakutan. “Pak Arjuna—juga i—ikut?!” Tergagap Sabrina lalu menelan saliva denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD