“Ohh ini yang namanya Rayya, ya? Yang sering diceritakan Mas Yudhis itu?” Anjani memindai penampilan Rayya, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu dia terkekeh geli. “Ya ampun Mas Yudhis! Katamu pacarmu cantik dan anggun, lembut, ini sih—hahahaaa apa-apaan nih!” Lalu dia melirik ke arah Sabrina yang sejak tadi hanya berdiri memperhatikan. “Nah itu siapa? Kok kelihatan lebih anggun dia?” Prisha langsung melambaikan tangan pada Sabrina supaya mendekat. “Sab, sini Sayang! Sini biar Ibu kenalkan dengan Anjani, adiknya Yudhis.” Sabrina tidak langsung berjalan mendekat. Dia agak ragu meskipun ingin. Dia menatap bergantian pada Rayya dan Yudhis. Sampai Yudhis mengangguk barulah dia berjalan menghampiri Prisha. “Ayo Sab, kenalkan ini adiknya Yudhis yang baru masuk kuliah tahun ini.” Prisha

