BAB 33. Sesuai Rencana Rayya

1218 Words

Denting pelan sendok dan garpu terdengar di meja makan persegi. Yudhis duduk bersebelahan dengan Rayya. Di seberang meja, Prisha duduk bersebelahan dengan Sabrina. “Gimana Sayang, lukamu sudah nggak sakit lagi?” Yang dipanggil sayang oleh Prisha itu adalah Sabrina. Membuat gadis bergaun itu langsung berbunga-bunga hatinya. Yudhistira cukup kaget mendengar itu. Dia tak enak hati dan langsung menoleh, ternyata Rayya juga sedang menatapnya. Semakin tak enak hati karena wajah Rayya memberengut. Yudhis pikir, Rayya pasti merasa cemburu dan marah. Padahal, Rayya hanya berpura-pura kesal, dalam hatinya justru senang sekali. Karena berhasil membuat Prisha menaruh hati pada Sabrina, bukan pada dirinya. “Sudah nggak terlalu sakit kok, Bu. Kan tadi sudah diobatin sama Mas Yudhis. “Oh syukurlah. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD