[Rayya sayang, jangan lupa nanti malam jam tujuh. Tolong jangan terlambat ya Sayang. Maaf, ibu nggak suka dengan orang yang nggak tepat waktu. Dan, ibu sampai membayar tukang masak yang biasa bekerja di catering loh! Untuk masak menu-menu nanti malam. Aku dan ibu sangat menantikan kedatanganmu.] Rayya tersenyum miring membaca pesan itu. Diliriknya jam di dinding kamar, masih jam delapan pagi. Andaikan ini bukan pesan dari Yudhistira, dia pasti akan sangat terkesan. Rayya mulai mengetik. Pesan balasan. [Tentu, Mas Yudhis. Aku akan datang tepat waktu.] Dua detik. Masuk pesan balasan Yudhistira. [Apa kamu yakin mau datang sendiri? Aku jemput saja ya Ray?] [Nggak usah Mas. Kamu di rumah saja bantu-bantu ibu. Aku datang sendiri saja. Sudah biasa kok kemana-mana sendiri.] [Ya udah deh. Na

