"Kamu gak papa?" Kinan menoleh dan menemukan Andra disana. "Dia benar-benar melakukannya." Kinan tertawa namun air matanya justru berderai. Air mata pedih. Mengakhiri semua harapannya tentang Bram selama ini. Ini sudah selesai dan Kinan tak akan berharap lagi. Suami mana yang tega memfitnah istrinya dengan tidur dengan pria lain. Meski tidak terjadi apa- apa, tapi Bram membiarkannya di ranjang pria lain tanpa busana. Pria itu benar-benar gila! Bi Santi pergi kedapur lalu kembali dengan segelas air dan memberikannya pada Kinan. "Maaf, Bu Kinan. Den Azka gak kasih vidionya tadi. Den Azka katanya takut melihat mereka teriak- teriak. Jadi Den Azka cuma di kamar." Kinan tersenyum lalu menggeleng. "Lagi pula Azka gak tahu itu penting. Ngomong- ngomong kenapa Azka kepikiran buat rekam?"

