Kinan kira Bram tidak akan menghubunginya lagi karena takut dia memblokirnya. Tapi rupanya pria itu tidak menyerah dan kembali bicara yang tidak- tidak, bahkan mengatakan kalau dia akan memperbesar usahanya dan merambah ke perbaikan ponsel. Kinan hanya bisa tertawa mengejek. Bukan niatnya meremehkan, tapi dengan watak Bram yang seperti sekarang Kinan rasa pria itu tidak akan sesukses yang dia katakan. Kecuali dia memang berubah menjadi pria yang lebih bertanggungjawab. Bukan apa- apa, uang yang katanya pinjam darinya pun entah kemana perginya. Padahal usaha yang katanya di gadang- gadang bisa menjadi ladang nafkah untuk kedua istrinya itu Kinan justru tak merasakannya. Kecuali lima ratus ribu yang Bram berikan tempo hari. Selebihnya Kinan tak tahu kemana rimbanya. Beruntung itu bukan u

