"Tapi ngomong- ngomong kamu ngapain kesini malam- malam?" Kinan menatap dengan berkedip pelan, menatap wajah Andra di redupnya malam, dan hanya di terangi lampu jalanan. Kalau di pikir- pikir Andra ini ganteng juga. Kinan menegakkan tubuhnya lalu menggeleng. Andra memang tampan, bahkan saat dulu pria itu berkaca mata Andra tetap tampan. Hanya saja saat ini Andra semakin terlihat memesona. Tubuhnya yang dulu kecil kini terbentuk sempurna layaknya pria dewasa dengan otot yang nampak di balik kemeja yang dia kenakan. Kinan ingin memukul kepalanya. 'Ingat Kinan kamu masih belum resmi bercerai. Belum saatnya memikirkan pria lain.' Dia bahkan harus bergumam dalam hati. "Aku memang mau ke rumah kamu." jawaban Andra menarik kembali pikiran Kinan. Kinan mengenyit. "Kerumahku? Malam- malam,

