"Tapi, Pak Bram bisa pikirkan tawaran saya. Ceraikan Kinan tanpa drama. Jangan ganggu Kinan lagi. Dan saya tidak akan menuntut dan akan melupakan masalah ini." Mendengar ucapan Andra Kinan tak bisa tak terkejut. "Andra!" Namun Andra bergeming dan hanya mematap Bram yang mulai goyah. Matanya memancarkan keraguan dan juga rasa tak rela. "Pikirkan kalau Pak Bram di penjara? Apa jadinya anak dan istri Bapak? Eh, tunggu ... bisa jadi Bu Ayu juga terseret, kan kalian berdua yang melakukannya." ejek Andra. Ayu dengan cepat menggeleng dan menyentuh lengan Bram. "Mas kamu setuju aja, gimana kalau dia beneran mau nuntut kita. Mas aku gak mau di penjara. Gimana sama bayiku nanti." Tatapan Bram jatuh pada perut Ayu yang sudah mulai membuncit. "Ini gara- gara usulan kami, kan?" Bukan hanya Kinan ya

