Matahari bersinar cerah pagi itu, suara orang-orang sudah terdengar sejak pagi buta. Semua orang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan dan lalu lalang antara rumah ke rumah. Shazia pagi-pagi sudah bangun, dia tidak tidur satu jam sebelum adzan subuh berkumandang. Dia sangat mengantuk tetapi matanya tidak terpejam, pendengarannya menajam ketika mendengar seseorang lewat di depan kamarnya. Tidak lama kemudian, ibu Azril masuk. “Zi, sudah mandi? Penata riasnya sudah mau dandanin kamu.” “Iya, Bunda. Zia sudah mandi, sebentar siap-siap dulu.” Jawabnya lalu bangkit dari tempat tidur. Dari jauh-jauh hari, Shazia sudah diberitahu jika dia harus memakai pakaian yang paling nyaman sebelum memakai baju pernikahan adat. Dia akan memakai pakaian serba merah dengan banyak aksesoris. Setelah itu, be

