Azril menjadi tidak tenang setelah mengatahui senjata Rona untuk mengusik kehidupan pribadinya. Dia menjadi was-was dan selalu waspada, Azril selalu mengamati siapa saja yang berpapasan atau bertemu dengan Shazia. Ketika mereka makan malam di luar dan berjalan-jalan di sekitar pantai maka dia selalu mengawasi. Azril tidak melepaskan matanya dari Shazia, selain takut karena ancaman Rona, dia juga takut jika Shazia tiba-tiba saja menjadi sasaran para penjahat. “Mau makan jagung bakar?” tanya Shazia. Azril mengangguk dan dia merapat ke arah Shazia lalu merangkulnya untuk mencari kehangatan. Setelah mendapatkan jagung bakar, mereka kembali menyusuri pinggir pantai. Mereka berdua bisa mendengar suara deburan ombak yang sangat keras. Mereka menikmati malam ketiga di Lombok dengan berjalan-j

