Chapter 42 - Terungkap

1844 Words

Shazia akhirnya bisa menyelesaikan kuenya malam hari. Beruntung kue percobaan pertamanya itu cukup enak dan layak untuk di makan. Shazia bahkan tidak berhenti memakannya ketika sedang bekerja. Pagi ini dia ingin membersihkan seluruh rumah, walaupun tidak berdebu dia hanya ingin mengerjakannya karena bersemangat ketika Azril mengatakan dia akan pulang hari ini. Shazia memulai dari ruang tengah, lalu dapur dan kamarnya. Sementara, kamar Azril belakangan. Dia sedang asyik berjoget sembari bernyanyi menggunakan gagang pel ketika pintu apartemen berbunyi. Dia langsung berjalan ke arah pintu dan melihat siapa yang datang. “Rion? Kenapa kesini?” “Maaf mengganggu, Zi. Bisakah kamu mencarikanku sebuah berkas, aku sudah menghubungi Azril dan dia menyuruhku datang kesini.” Ucap Rion melalui inte

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD