Azril memperhatikan istrinya yang sedang memoma ASI yang dibantu oleh ibunya. Dia tidak tahu kenapa tetapi Shazia terlihat sangat khawatir hingga melakukan itu karena pemulihannya cukup cepat. “Ini sudah cukup nak untuk dua hari.” Shazia mengangguk, “Terimakasih, bunda.” Dia seperti kehilangan tenaganya sejak beberapa jam yang lalu, hal itu membuatnya memberikan persiapan ASI untuk anak kembarnya karena takut dia ketiduran ketika mereka sedang lapar. Kebetulan, dia memang sudah mempersiapkan semua kebutuhan sebelumnya. Termasuk alat pompa ASI yang dia beli online dari Indonesia. Setelah makan, dia memtuskan untuk tidur sebentar. Azril menggenggam tangannya, “Cepat sehat sayang, kita akan memberi mereka nama setelah kamu dalam kondisi yang lebih baik.” “Temani disini.” Shazia balas

