bokap-nyokap Marcha baru pulang dari Amerika
mereka ada bisnis baru di Los Angeles
maka nya mereka baru bikin pesta kedatangan Marcha hari ini
semua tamu undangan kebanyakan adalah teman bokap-nyokap Marcha
meskipun ada beberapa teman Marcha dan teman Ingvar juga
tidak jauh berbeda dengan pesta di Bali waktu dia ketemu Deven
semua nya orang top
"hei Cha"
"eh lo dateng La" kata Marcha
"ya lah, bokap gue nyuruh gue dateng" kata Clarice "gimana Deven?, lo udah ketemu dia?, lanjut babak berikutnya di ranjang Cha?"
"eh mulut lo ya La" kata Marcha melihat kanan-kiri nya takut ada yang denger "jangan ngomong yang enggak-enggak"
"lah bukan nya kemaren waktu di Bali lo penasaran sama dia?" tanya Clarice
"lo tau ya kalau dia kerja di rumah sakit bokap gue?" tanya Marcha menyepitkan mata nya curiga menatap sahabatnya
"gak, gue baru aja tau dari Aza waktu pulang Jakarta kemaren" kata Clarice
"jadi Aza tau gue sama Deven pernah tidur bareng?" tanya Marcha kaget
"tau, gue cerita" kata Clarice tertawa pelan
"ya ampun mulut lo La" kata Marcha "gue tadi nyuruh Deven tutup mulut tapi kalau lo cerita ke Aza ya sama aja bohong, adik gue pasti tau cepat atau lambat, kapan lo ngomong ke Aza?"
"ehmmm tadi pagi" kata Clarice
Marcha bingung sendiri
apa Azalea gak cerita ke Ingvar ya?
di rapat tadi kayak nya Ingvar belum tau apa-apa
tapi bisa jadi Azalea cerita waktu makan siang tadi
Ingvar selalu makan bareng Azalea di siang hari karena mereka sudah susah bertemu di malam hari apalagi Azalea mau skripsi
waktu Marcha ngomong sama Deven
pasti Azalea ngomong sama Ingvar
Marcha menghela nafasnya
cuman masalah waktu saja sampai bokap-nyokap nya tau tentang Marcha dan Deven
sialan emang Clarice ini
"eh Cha, itu Deven bukan?" tanya Clarice
Marcha menoleh ke arah Clarice melihat dan ia melihat lelaki paling tampan sejagad raya
bagaimana bisa ada lelaki yang wajahnya rupawan seperti malaikat itu nyasar ke rumah Marcha?
Deven tampaknya pulang dulu atau mandi di rumah sakit karena bajunya tampak berbeda dengan baju yang ia kenakan tadi di rumah sakit
Deven memakai kemeja putih lengan panjang dan celana jeans panjang memperlihatkan otot kaki nya
Marcha harus menahan api gairah yang muncul tiba-tiba di perasaan dan pikirannya
meskipun ia tau, ia tidak bisa menahan pikiran nya berpikiran liar kemana-mana
Deven menoleh ke arah nya lalu tersenyum
senyuman tipis yang membuat wajah nya semakin tampan
bagaimana bisa Marcha melupakan senyuman di wajah tampan itu?
padahal kemarin Marcha sudah merasa tidak akan bertemu Deven lagi
atau mungkin bertemu tapi di acara-acara tertentu
siapa sangka ternyata mereka akan bertemu setiap hari sekarang
"senyum ke elo tuh Cha" kata Clarice "gila, emang ganteng banget sih itu Deven"
"La, jangan norak please, tengsin tau" kata Marcha
"eh dia kesini loh Cha" kata Clarice "lo emang mangnet nya cowok-cowok sih"
dan bener yang dibilang Clarice
Deven memang sekarang berdiri di depan Marcha
"hallo Cha" sapa Deven sopan dan ramah
"hallo" sapa Marcha berusaha tidak terdengar canggung
"hei Dev" sapa Clarice gak tau malu
Deven menoleh ke arah Clarice sambil mengerutkan keningnya bingung
"lo gak tau gue?" tanya Clarice
"sorry" kata Deven
"gue yang bikin lo sama Marcha berakhir di..." kata Clarice
"La, sumpah lo!!!" potong Marcha setengah berteriak
"ooohh" kata Deven mengangguk "kalau dari cerita Marcha tadi, lo harus nya Clarice ya?"
"lo cerita tentang gue?" tanya Clarice menatap bingung ke arah Marcha
"ya ampun La" kata Marcha luar biasa frustasi ngehadepin 1 mahkluk gak tau diri macam Clarice
Clarice tertawa "ya ya Cha, gue cuman bercanda... maaf ya Dev"
Deven tersenyum tipis lalu ia menatap Marcha
"Cha, gue boleh ngomong berdua ama lo?" tanya Deven
"ber- berdua?" tanya Marcha terbata bingung
"lanjut gassss di kamar lo Cha" kata Clarice setengah berteriak
"La!!!!" Marcha mencubit lengan Clarice
"ya Cha, iya gue paham... selamat bersenang-senang ya" kata Clarice "nanti ceritain detailnya kayak kemaren ya Cha"
"apaan sih lo?" tanya Marcha sudah akan mencubit lagi lengan Clarice
tapi sahabatnya itu keburu pergi meninggalkan Deven dan Marcha berdua
"ehmmm Cha sorry, maksud gue ngomong aja berdua bukan..." kata Deven jadi salah tingkah
"jangan anggep si Clarice dia emang agak.... ya lo lihat sendiri tadi" kata Marcha
Deven tertawa pelan
ya ampun suara tawa nya bikin hati Marcha meleleh
"jadi... lo mau ngomong apa Dev?" tanya Marcha "kita udah berdua khan?"
"iya, ehmmm... gini tadi di rumah sakit, Ingvar negur gue tentang kita... dia udah tau" kata Deven "gue gak ngasih tau dia, dia tau dari Azalea dan Azalea tau dari"
"dari orang yang baru aja pergi dari hadapan kita berdua" kata Marcha menghela nafas dalam-dalam "ya, gue baru aja tau"
"sorry ya" kata Deven
"kok sorry?" tanya Marcha
"ya, gue sih berharap bisa nge-rahasia'in ini dari adik lo tapi..." kata Deven
"bukan salah lo Dev" kata Marcha paham "gak apa... ya moga aja Ingvar gak bilang ke bokap-nyokap gue"
"Ingvar sih janji gak bakalan bilang ke om Berto sama tante Melissa kok Cha" kata Deven
"lo percaya janji Ingvar?" tanya Marcha
Deven diam saja dan menahan tawa nya.