Bab 14 ( Sahabat Terbaik )

1030 Words

Paradise melongo melihat siapa di sana. “Oneil, kamu sedang apa di bawah situ? Bukannya kamu tadi sudah diusir pulang oleh ibu tiriku?” “Aku ingin bicara sama kamu, Paradise. Aku memang tadi diusir oleh ibu tiri kamu, tapi aku memilih untuk tidak pulang dan menunggu kamu di sini karena aku yakin kamu pasti akan duduk di jendela yang terletak di loteng.” “Oneil, ini sudah malam, kalau nanti ibuku tau, pasti dia akan memarahi aku.” “Paradise, apa ibu kamu sering memarahi kamu? Setahu aku bukannya dia baik selama ini sama kamu?” “Em... dia baik sama aku, kok.” “Lantas, kenapa dia tadi terlihat sangat menyeramkan seperti itu? Lagipula aku hanya ingin bicara sama kamu, tapi sikapnya tadi sangat buruk.” “Oneil, maafkan atas sikap ibuku, ya? Ibuku tidak bermaksud mengusir kamu, dia hanya be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD