Oneil yang melihat lemparannya tidak tepat sasaran langsung seketikan panik. “Waduh! Kenapa malah larinya ke sana?” Oneil sudah bersiap-siap akan kabur saja sebelum ketahuan. Paradise yang melihatnya malah tertawa kecil, dan Oneil segera melambaikan tangannya berlari keluar dari rumah Paradise. “Dia sangat baik, dia sahabat terbaik yang aku pernah miliki, semoga Tuhan selalu melindunginya.” Odec kembali membuka jendela kamarnya dan mencari tau tentang suara bising yang tadi mengganggunya. “Siapa yang sedang mengganggu tidurku, sih?” Odec sekali lagi mengedarkan pandangannya mencari sesuatu, dan tidak lama mata Odec menangkap sebuah surat yang dibentuk kecil dan ada batu berkerikil. “Ini apa?” Odec mencoba membuka kertas yang di sematkan pada batu itu. “Aku sangat senang melihat kamu bisa

