Bab 18 ( Undangan Makan Malam )

1020 Words

Kedua pasang mata seseorang membelalak mendengar apa yang sedang ibu Paradise dan nenek Oneil bicarakan. “Apa? Hadiah? Odec kita tidak salah dengar, kan?” tanya Odil. “Tidak, kita tidak salah dengar Odil. Neneknya si culun itu sudah menyiapkan hadiah untuk kita jika kita mau datang makan malam di rumahnya.”    “Lalu, bagaimana kita datang makan malam di rumah neneknya Oneil? Kamu mau kita datang dengan wajah penuh coretan begini?” Odil mengerucutkan bibirnya kesal. Mereka berdua ternyata mendengar apa yang sedang ibunya dan nenek Oneil bicarakan. Dan mereka sangat suka dengan yang namanya hadiah. Tiba-tiba Odec menyelonong keluar dari dalam dan menuju ke ruang tamu. Mereka yang ada di sana tampak terkejut dan tidak lama terdengar suara tawa cekikikan dari Oneil. “Oneil,” ucap nenek men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD