Chapter 16

2070 Words

Senyuman indah merekah di bibir Thea. Memainkan air di bath-tube yang berisi kelopak mawar adalah hal baru untuknya. Aroma mawar memanjakan indera penciumannya, memberi efek menenangkan setelah aktivitas malam yang begitu menguras tenaga. Pipinya memerah, mengingat betapa manis perlakuan sang suami padanya semalam dan saat pagi menyapa. Untuk pertama kalinya, ia merasakan rasanya menjadi seorang istri yang sebenarnya. Thea bahkan tidak bisa mengukur tingkat kebahagiaannya sekarang. Ia amat sangat bahagia. Kekehan kecil terdengar, seraya dengan manik Thea yang semakin berkilauan. Semalam, entah berapa kali ia merasakan surga. Di akhir pergulatan mereka, Ri Han mendekap erat dirinya dan mereka pun tertidur hingga pagi menyapa. Thea tidak tahu sebelumnya, tapi saat dirinya terbangun ada set

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD