39. Psycho Lover [Bag. 2]

1317 Words

Aku berbalik badan, waspada saja— siapa tahu Dandi menikamku dari belakang? Dia sukanya main dari belakang. “Sayang— jangan mengajakku beradegan seperti film!” teriakku. Setelah semenit tak ada suara, aku kembali berteriak, “tunjukkan dirimu dan ayo main tusuk-tusukan sini, kamu suka banget'kan menusuk?” Akhirnya dia menyahut, “ini romantis, kamu coba nyanyi-nyanyi dan mengejarku.” Suaranya berasal di suatu tempat, arah baratku. Aku mengikuti belokan labirin ini menuju suaranya. Kemanapun aku berbelok hanya ada kabut dan tembok berbenalu hijau ini— tidak ada apapun! “Gadis manis harusnya jangan jalan sendirian, nanti dimakan serigala.” Ia menggoda dengan suara yang samar sekali— tetap di arah barat. Sialnya aku malah merasa seperti diteror hantu ketimbang psikopat. Dimana pacar siala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD