38. Psycho Lover [Bag. 1]

1399 Words

Keesokan harinya, Aku masih ingin bergulung di balik selimut, tapi Dandi sudah menggoyangkan tubuhku terus sambil berseru, “bangun, bangun!” Kulihat tidak ada cahaya matahari yang masuk, sekarang masih gelap. “Jangan bicara, ini malam.” “Ini pagi, Sayang,” ralatnya sambil memaksa kedua kelopak mataku terbuka. “Ayo bangun—” Aku berguling ke samping dengan selimutnya. “Jam berapa ini?” “Jam lima.” “Masih gelap loh.” “Tetap saja ini pagi, katanya mau main?” “Aku mengantuk.” “Kalau begitu, apa kamu mengaku kalah saja?” “Bisa menunggu dua jam lagi?” “Tidak, aku sudah tak tahan ingin bermain denganmu.” “Dandi, kita baru tidur loh. Aku heran kenapa kamu tidak mati muda? siklus tidurmu buruk sekali.” “Orang dewasa cukup tidur enam jam saja, Sayang.” “Kita tidur belum enam jam.” “Nan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD