33. Rabbitman [Bag. 2]

1231 Words

Di dapur yang remang. Aku menyalakan lampu serta menutup beberapa jendela yang masih terbuka. Cuaca makin memburuk, angin ingin mendobrak seluruh celah ruangan ini. Derasnya hujan membuat obrolan Dandi dan pria itu sempat tak terdengar. Bahkan pukulan demi pukulan juga tak terdengar. Kulihat wajah kekasihku itu sedang marah, aku tak pernah melihatnya kesal saat menyiksa orang begitu. Biasanya dia bahagia. Belum sempat aku mendekati meja dapur, kulihat pria kelinci itu berdiri, lalu menyeruduk Dandi dengan berat tubuhnya. Aku terloncat mundur. “Dandi!” Mereka saling melontarkan kata, cuma yang terdengar hanya sebagian. “Kau akan mati mengenaskan suatu hari nanti!” bentak pria itu tertawa sembari terus menyeruduk Dandi sampai dia terpojok ke meja dapur. Ia berhasil mengambil pisau, lal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD