32. Rabbitman [Bag. 1]

1231 Words

Hujan deras terjadi hingga sore hari. Dandi lupa segalanya, begitu pula denganku— sejauh ini. Aku tidak peduli jarum jam menunjuk angka berapa. Cuaca semakin mendung. Karena di luar mulai gelap, maka berimbas ke penerangan kamar, tapi ini malah romantis. Kegelapan mana mungkin mengganggu kegiatan kami. Aku hampir tak bisa melihat wajah kekasihku sendiri— yang sedang bahagia di atasku. Tubuhnya telah basah oleh keringat, yang telah ia bagi dengan tubuhku sejak tadi. Dia terus bergerak sampai napasnya makin tak karuhan, seringainya muncul, tangannya dan mulai meremas rambutku. Kemudian meracau, “oh yeah, uhuh like it, Kitty?” Sekalipun dalam kondisi menikmati sesuatu, aku tetap kesakitan kalau rambutku ditarik-tarik. Aku menjambaknya balik. “Sudah ... kubilang, jangan sentuh rambutku! I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD