Lorong batu itu dingin, namun tak menusuk. Bruno mengayun langkah perlahan, meninggalkan ruang perawatan, matanya teliti mengamati. Rubanah, namun dengan terowongan yang ia duga bermuara di pantai—mungkin untuk mengamankan diri, kabur, atau menyelundupkan barang-barang ilegal. Tepat di depan sebuah ruangan, ia berhenti. Bruno bergeming di ambang pintu, nyeri di perut—hasil tinju seorang preman sebelum ia diseret—masih terasa. Perban menempel di pelipisnya. Namun yang membuatnya sulit bernapas bukan kondisi tubuhnya. Melainkan perempuan yang berdiri di tengah ruangan komando kecil itu. Yang dulu ia kenal sebagai Belle Renée Moreau, perempuan biasa yang begitu gigih untuk menjadi seorang desainer. Yang ternyata memiliki identitas berlapis. Yang bernama asli Isabella Serafina De Santoro

