Cobaan baru

1741 Words

Randi hanya bisa pasrah saat sang ibu mengatakan jika pernikahannya akan diselenggarakan minggu depan. Ia kira pernikahan itu akan ditunda hingga masa iddah selesai. Bu Wati melakukan segala persiapan selama Randi menjalani proses persidangan. Berbeda dengan Desi yang tidak menyerah untuk menggagalkan pernikahan ini. Ia sudah membulatkan tekadnya, sudah siap dengan segala resiko yang ada. Kartu undangan sudah dicetak dan akan segera disebarkan. Tidak banyak yang undang, hanya keluarga dan teman dekat saja. Rona bahagia tampak jelas di wajah Bu Wati saat memeriksa kembali nama-nama yang tertera pada kartu berwarna merah jambu itu. “Kamu nggak ngundang teman-temanmu?” tanya Bu Wati tanpa memandang Randi. Ia sedang fokus meneliti daftar undangan, takut ada yang terlewat. “Nggak ada?” jawab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD