Pasrah, hanya itu yang bisa Randi lakukan. Tidak sampai dua bulan proses itu sudah mendekati tahap akhir. Tidak pernah terlintas dalam benaknya, jika Alin akan melampirkan hasil visum kekerasan sebagai bukti. Berdasarkan bukti tersebut dan dengan sedikit melibatkan materi, proses perceraian mereka berjalan sangat cepat. Setiap kali persidangan Randi selalu berharap bisa bertemu dengan Alin. Dia ingin meminta kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya. Namun, sayang hingga mendekati sidang putusan, wanita yang menguasai hatinya itu tak pernah menampakkan diri. Semua dilimpahkan kepada kuasa hukum. Hidup terbelenggu rasa penyesalan dan rindu adalah hukuman yang paling menyakitkan. Randi sudah melakukan segala cara untuk mencari keberadaan Alin. Bahkan, ia menanyai wanita yang

