Tubuh Nara terasa kaku saat bariton itu menyapa gendang telinganya. Kakinya melemas, seolah hanya terbuat dari jelly. Tubuh Nara bahkan hampir limbung jika punggungnya tidak ditahan oleh pria itu. Ia merasa terkejut ketika tubuh mereka berdekatan. “Kau tidak apa-apa, Nona?” Ya Tuhan, bahkan Nara bisa merasakan hembusan napas lelaki itu di sekitar wajahnya! Rasanya ingin sekali Nara menangis dan berlari sejauh-jauhnya dari jangkauan sosok tersebut, tapi apa daya ia tak sanggup. Entah kenapa tubuhnya sulit sekali digerakkan saat ini. “Kenneth! Nara!” Nara menoleh ke sumber suara. Pria di hadapannya segera menjauhkan tubuh mereka ketika Olivia berjalan mendekat. Senyum lebar terukir jelas di wajah cantik perempuan itu. Karena masih syok, Nara sampai tak bisa merespon banyak atas panggilan

