Chapter 1
Seorang wanita muda tersenyum bahagia saat kakinya menelusuri lorong apartemen. Dia akan memberi kejutan karena tunangannya tidak tahu, jika dia akan berkunjung. Jari lentiknya menelusuri setiap tombol passcode untuk mendapat akses masuk.
Saat membuka pintu gadis itu menautkan alisnya. Dia nampak bingung karena ada sepasang sepatu wanita yang berada di dalam apartemen
"Mungkin, Abimanyu sedang kedatangan tamu?"
Melangkahkan kaki lebih dalam, dada wanita itu mulai berdebar. Pasalnya baju wanita berserakan di lantai dan dia mulai berfikir negatif. Tapi wanita itu harus memastikan terlebih dahulu, siapa yang berada didalam.
Suara desahan terdengar dibalik pintu kamar Abimanyu. Dia mengenali suara itu. Dengan tangan bergetar wanita itu membuka pintu kamar yang tidak di kunci. Dengan perasaan hancur dia melihat disana, Abimanyu sedang bercinta dengan seseorang yang ia kenal. Dia adalah sekertaris Abimanyu sekaligus sahabat Zariana.
Sepasang manusia yang sedang bergumul itu menghentikan aktifitasnya, karena mendengar tepukan tangan dari arah belakang.
"Zarina!"
Abimanyu kaget karena tunangannya sudah berada di dalam kamar.
Tanpa sepengetahuan Abimanyu dengan cepat Zarina mengabadikan bukti, untuk di berikan kepada ayahnya.
"wah ... sepertinya aku mendapat tontonan gratis," ucap Zarina sambil memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.
Ada nada bergetar, saat Zarina mengucapkan kaliamat itu. Wanita itu sedang menahan emosi dan rasa kecewa saat melihat tunanganya tidur dengan sahabatnya.
"Mungkin cukup bagus, jika aku kirim vidio kalian ke media masa," lanjut Zarina lagi.
Abimanyu tersenyum sinis sedangkan wanita yang duduk disamping sibuk menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku ingin membatalkan pertunangan ini. Tapi jangan harap kau bisa memberi tahu media. Kau tau kan, siapa aku?"
Dada Zarina seperti di tikam dengan pisau, saat Abimanyu mengucapkan kalimat itu. Pantaskah Abimanyu berbicara seperti itu setelah rencana pernikahan mereka tinggal menunggu bebarapa minggu lagi.
Mereka dijodohkan, oleh kedua orang tua. Bukan karena bisnis atau balas budi. Mempererat tali persaudaraan, itulah yang ayah meraka ucapkan. Zarina tau, jika Abimanyu seorang bajingan. Tapai demi bakti kepada orang tua Zarina menerima perjodohan dengan lapang dada.
"Maafkan aku, Zarina," ucap Merri dengan wajah menunduk.
"Kau tidak perlu minta maaf. Dengan begini aku tahu dimana letak pengkhianat."
Wanita itu menarik nafas dalam. Setelah ini, hubungannya dengan Abimanyu harus berakhir, walau sebenarnya Zarina sudah memiliki perasaan untuk Abimanyu.
"Sudah, ya. Aku pergi dulu, silahkan kalian nikmati kembali adegan panas yang tertunda," ucap Zarina dengan tersenyum palsu. Zarina berbalik saat sampai di ambang pintu, "O, iya. Kau tunggu saja kabar dari ayahku."
Zarina memainkan ponsel di tangannya. Memberi tahu Abimanyu bahwa dia memiliki bukti.
"Brengsek!" Abimanyu mengumpat sambil mengacak rambutnya frustasi. Setelah itu, Abimanyu berdiri dan memakai baju nya kembali.
"Pakai bajumu Merri, setelah itu keluarlah. Bayaranmu akan aku taransfer,"
"Aku merasa bahagia kau akhirnya batal menikah dengan Zarina. Berarti kesempatanku terbuka lebar."
"Jangan terlalu ikut campur urusanku," ucap Abimanyu sambil menghisap sebatang rokok.
"Tapi aku mencintaimu, tidakkah kau berfikir berapa lama kita melakukan ini?"
Abimanyu terkekeh mendengar kalimat Merri. "Anggap saja itu hubungan saling menguntungkan di antara kita. Aku mendapatkan s*x dan kau mendapatkan uang dariku."