Sahabat dan Cinta

2099 Words

Nana terdiam, dia semakin ceroboh dalam kesal. Apapun yang bersalah dan membuatnya marah. Nana tidak pernah pandang bulu, meski dia orang yang dia sayangi, dia tetap tidak akan terkendali dalam amarahnya. Lain dari kakaknya yang menghadapi semuanya dalam diam dan tenang. Sering kali dia selalu membuat Nana tenang dalam hal apapun. "Maria, maaf. Aku memang bodoh! Hukumlah aku, pukul, marahi aku Maria! Jangan mengunci diri!" seru Nana masih mencoba membuka intu kamarnya. Maria di dalam kamar, dia tertidur dalam diam, mata terbuka mendengar teriakan suaminya. Sifat asli Nana yang dulu pernah terjadi, bahkan Maria tahu akan hal itu. Namun, harusnya Nana tahu jika perasaan seorang ibu hamil sangat sensitip dari biasanya. Dia tidak membuka pintu dengan segera, namun memejamkan matanya semb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD