“Baiklah.” jawab Jackson pasrah, bagian yang itu dia tidak bisa membantah, karena memang tadi dia yang menyuruh Ali memilih. Padahal biasanya jika bawahan disuruh memilih makanan, dengan sopan mereka akan bertanya dulu pada si bos, apakah pilihannya akan sesuai dengan selera si bos, tapi ini Ali, bukan asisten biasa, jika kau memberikannya suatu kuasa, maka dia akan merasa kalau dia berhak memutuskan segalanya. Jackson lalu bangun dari kursinya dan berjalan melewati Ali dan Ali langsung mengikuti Jackson. Dengan sigap seperti biasanya, Ali menekan tombol lift dan mempersilakan Jackson masuk terlebih dahulu. Setelah sampai lobby, Ali yang sudah tahu kalau Jackson tidak akan menunggunya untuk membukakan pintu untuk pria itu masuk ke mobil, langsung melenggang ke masuk ke mobil dan menyalak

