Bayu dan bir kalengnya, kebiasaan yang dengan jelas menggambarkan rasa gundah dan gelisah. Dia sedang duduk memandangi langit malam dari balik jendela. Setelah menghabiskan hari dengan Rangga dan Kasih, Bayu memutuskan untuk kembali ke apartemennya. Tepatnya dia dengan sadar diri memberi ruang untuk Kasih. Pasalnya setelah obrolan terakhir mengenai Risa dengan Rangga tadi, Kasih berubah menjadi pendiam. Senyum riang yang dia tunjukkan di restoran favoritnya tadi tiba tiba hilang, senyum dan perkataan yang dia ucapkan sesudahnya hanya seperti perkataan dan senyuman kosong tanpa nyawa. Bayu mengerti, dia tidak bodoh. Dia tahu apa yang ada difikiran Kasih, dia tahu apa yang dirasakan Kasih. Kasih, orang yang paling Bayu ingin peluk saat ini. Menguapkan segala kegundahan gadis itu. Membi

