"Sayang, please. Aku khilaf. Aku minta maaf. Aku janji akan menuruti apapun mau kamu, asal jangan ceraikan aku." Karin menarik lengan Elang dan mendekapnya. "Aku juga akan tinggalkan karirku. Aku akan mengandung anakmu. Aku akan diam di rumah menunggu kamu pulang kerja. Aku janji akan jadi istri yang baik dan penurut. Tolong maafkan aku, Mas," mohon Karin sembari memeluk Elang dari belakang. Namun, dengan cepat lelaki itu melepaskan pelukan. "Keputusanku sudah bulat. Aku akan tetap menceraikanmu. Pantang bagiku menerimamu lagi setelah penghianatan ini," tegas Elang. "Sayang--" "Jangan panggil aku Sayang! Selama ini aku sudah cukup sabar dan mengalah kepadamu, Karin. Aku mencintaimu dengan tulus, bahkan apapun yang kamu mau selalu kabulkan. Namun, kali ini, jangan harap aku memaafkanmu

