Bulan demi bulan telah berlalu. Arsen semakin sayang pada istrinya. Pria itu pun bertambah bahagia saat mengetahui ada malaikat kecil di dalam rahim Mona. Keduanya kini berada di kamar lama Arsen. Pria itu sendiri yang mengajak istrinya untuk tinggal di rumah lama mereka. Dia tak ingin Mona berada di apartemen sendirian dan mengerjakan pekerjaan rumah. Setidaknya jika di rumahnya, ada ayah dan beberapa asisten rumah tangga yang bisa menjaganya saat dia tak bersama sang istri. "Mas. Akhirnya kita akan segera jadi orang tua, ya?" ujar Mona dengan senyuman bahagia. Arsen memeluknya dari belakang. Pria itu pun mencium lembut pipi Mona dan mengusap perut istrinya yang masih rata dengan sayang. "Iya. Ini berkat usaha keras kita, kan?" goda pria itu sembari menaik turunkan kedua alisnya. "Ih!

