Kila berjalan menghampiri anaknya. Wanita itu pun menyilaukan rambutnya yang sedikit mulai memanjang ke belakang. Kini dia berhadapan dengan Satria. Wawa pun duduk kembali. "Maaf, Mbak. Gue nggak sopan tiba-tiba masuk ke sini. Tapi tadi gue cuma nggak mau Wawa bermain sendirian," jelas Satria memberikan alasan. Kila menautkan kedua alisnya. Wanita itu menaruh rasa curiga pada pria yang lebih muda darinya. "Iya. Kamu nggak sopan!" tegas wanita itu. Satria merasa bersalah. Namun, pria itu tak mau kalah. Kembali dia menatap wajah wanita cantik di depannya. "Sebenarnya ada yang mau gue bicarain sama Mbak," ucapnya dengan ekspresi serius. Wawa pun diam menyimak. Gadis kecil itu kini bergeser dan duduk di pangkuan sang ibu. "Ada perlu apa?" tanya Kila ketus. Satria menarik napas. Pria it

