Hari Minggu pagi, Mona tengah membersihkan kamarnya. Meski kamar itu sudah bersih dan tertata rapi, akan tetapi dia sudah terbiasa bebersih. Sebuah ketukan pintu pun menghentikan aktivitasnya. Ia bergegas membukakan pintu. "Mas Arsen?" gumam gadis itu saat dia dapati sosok pria tampan yang kini berstatus sebagai pacarnya. Pria itu tersenyum ramah dan cerah. Kali ini Arsen hanya mengenakan kaos abu-abu berlengan pendek yang menampilkan otot-ototnya yang kekar. Dipadukan dengan celana pendek selutut berwarna putih. "Pagi, Sayang," sapanya. Mona terpaku dengan pesona sang atasan. Ada perlu apa pria itu datang lagi ke kostannya? Apa lagi Arsen sama sekali tak memberikan kabar akan kedatangannya. Wajah Mona merona merah saat mendengar panggilan mesra dari pria itu. Akan tetapi, gadis itu m

